Daftar Kasus yang Dibongkar Listyo Sigit Calon Kapolri

CNN Indonesia
Kamis, 14 Jan 2021 08:37 WIB
Daftar Kasus yang Dibongkar Listyo Sigit Calon Kapolri
Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Internal Mabes Polri menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Jokowi yang menunjuk nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Idham Azis.

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan karir Listyo ketika memimpin Bareskrim cukup mentereng dan direspons positif oleh masyarakat. Hal itu, lanjut dia, terlihat dari pengungkapan kasus-kasus besar yang banyak dilakukannya.

"Pak Listyo Sigit dianggap yang terbaik karena prestasinya selama ini," kata Argo kepada wartawan melalui keterangan resmi, Rabu (13/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argo pun berharap agar Polri nantinya dapat menjadi lebih baik apabila Sigit sudah secara resmi dilantik dan menggantikan Idham yang pensiun.

"Mudah-mudahan Polri akan lebih baik di bawah kendali pak Sigit," ucapnya.

Sebagai informasi, Listyo resmi dilanti ksebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 lalu. Dia naik pangkat menjadi bintang tiga usai dipercayai sebagai Kadiv Propam Polri sebelumnya.

Selama memimpin Bareskrim, Listyo banyak mengungkap kasus-kasus besar yang menarik perhatian publik. Salah satunya, namanya mentereng setelah menangkap buron terpidana kasus hak tagih (Cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 lalu.

Kala itu, Listyo memimpin tim penyidik secara langsung ke Malaysia untuk meringkus buronan kelas kakap tersebut.

Sebelumnya, Jokowi resmi mengusulkan Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Idham Azis. Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR, Rabu (13/1).

Pratikno tiba di Gedung DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta sekitar pukul 10.40 WIB pada Rabu (13/1) kemarin. Mengenakan pakaian bercorak batik warna cokelat, kedatangan Pratikno disambut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Surpres itu langsung diterima Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Hari ini surpres telah kami terima dari presiden yg mana presiden menyampaikan usulan pejabat mendatang tunggal yaitu Listyo," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1).



(isa/mjo/nma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo diusulkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi calon tunggal Kapolri,menggantikan Idham Azis yang bakal pensiun Februari ini. Listyo termasuk polisi angkatan termuda dibanding empat calon lain yang diajukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ke presiden.

Namun Listyo mencatatkan rekam jejak mengungkap sejumlah kasus selama di Korps Bhayangkara. Beberapa kasus mencolok yang ditangani Komisaris Jenderal lulusan Akademi Kepolirian (Akpol) 1991 tersebut di antaranya penangkapan buronan Djoko Tjandra dan kasus penyerangan Novel Baswedan--meski sempat menuai kritik.

Berikut deretan kasus yang dibongkar Komjen Listyo Sigit Prabowo:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus Djoko Tjandra

Listyo Sigit bersama anak buahnya berhasil menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada pengujung Juli 2020 lalu. Ia disebut memimpin langsung operasi pengejaran di Malaysia.

Djoko Tjandra diketahui menjadi buron selama bertahun-tahun. Ia seharusnya mendekam di penjara sejak 2009 dengan ganjaran dua tahun bui dan denda Rp15 juta. Tapi Djoko Tjandra kabur ke luar negeri.

Kasus ini bukan hanya melibatkan pengusaha, melainkan juga menyeret kolega Sigit di kepolisian. Mereka antara lain Brigadir Jenderal Polisi Prasedjo Napoleon Bonaparte yang saat itu menjabat Kadiv Hubungan Internasional dan Prasetijo Utomo yang saat itu juga menduduki jabatan di Bareskrim.

Infografis Jejak Djoko Tjandra di IndonesiaInfografis Jejak Djoko Tjandra di Indonesia. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan

Bareskrim di bawah pimpinan Listyo Sigit menetapkan dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Teror yang mengakibatkan kerusakan pada mata Novel itu mangkrak lebih dua tahun sejak kejadian pada 11 April 2017.

Pada pengujung 2019, polisi menetapkan dua polisi aktif sebagai tersangka yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Kendati, penetapan ini banyak menuai kritik dari publik karena dianggap menyimpan kejanggalan.

Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Pada 23 Oktober 2020, Bareskrim Polri di bawah Listyo Sigit menetapkan delapan tersangka terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Sebanyak lima di antaranya merupakan kuli bangunan sementara tiga lainnya adalah mandor, Direktur Utama PT APM dan anggota tim pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa.

Selang sebulan, tiga tersangka baru menyusul. Mereka antara lain peminjam bendera PT APM, konsultan pengadaan ACP dan mantan pejabat pembuat komitmen.

Saat itu penyidik menyebut kebakaran yang ditaksir menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 triliun itu disebabkan lantaran api terbuka atau open flame di aula Biro Kepegawaian lantai 6 gedung Kejagung. Tapi polisi mengatakan tak menemukan unsur kesengajaan.

Penyidikan saat itu mendapati, titik api disebabkan dari bara api rokok lima kuli bangunan yang mengerjakan proyek pembangunan gedung itu.

Kasus Korupsi

Penanganan kasus korupsi di bawah Kabareskrim Listyo Sigit tercatat sebanyak 485 perkara yang rampung. Sementara lebih 800 kasus masih dalam tahap penyidikan.

Adapun selama 2020, Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar lebih Rp310 triliun.

Kasus Narkoba

Sepanjang 2020 lalu, Bareskrim tercatat mengungkap kasus jaringan narkoba. Di bawah komando Listyo, tim mengungkap pengedar 1,2 ton jenis sabu dari jaringan Iran-Timur Tengah.

Pelaku dan barang bukti diringkus di lokasi berbeda antara lain di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat.

Dihimpun dari berbagai sumber, sepanjang 2020, Bareskrim di bawah kepemimpinan Listyo Sigit mengamankan barang bukti sebanyak 5,91 ton sabu, 50,50 ton ganja, dan 905, 425 butir pil ekstasi. Sementara tersangka kasus tindak pidana narkoba yang diproses hukum sebanyak 53.176 orang.

Bersambung ke halaman selanjutnya...

[Gambas:Video CNN]

Respons Internal Mabes Polri

Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Internal Mabes Polri menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Jokowi yang menunjuk nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Idham Azis.

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan karir Listyo ketika memimpin Bareskrim cukup mentereng dan direspons positif oleh masyarakat. Hal itu, lanjut dia, terlihat dari pengungkapan kasus-kasus besar yang banyak dilakukannya.

"Pak Listyo Sigit dianggap yang terbaik karena prestasinya selama ini," kata Argo kepada wartawan melalui keterangan resmi, Rabu (13/1).

Argo pun berharap agar Polri nantinya dapat menjadi lebih baik apabila Sigit sudah secara resmi dilantik dan menggantikan Idham yang pensiun.

"Mudah-mudahan Polri akan lebih baik di bawah kendali pak Sigit," ucapnya.

Sebagai informasi, Listyo resmi dilanti ksebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 lalu. Dia naik pangkat menjadi bintang tiga usai dipercayai sebagai Kadiv Propam Polri sebelumnya.

Selama memimpin Bareskrim, Listyo banyak mengungkap kasus-kasus besar yang menarik perhatian publik. Salah satunya, namanya mentereng setelah menangkap buron terpidana kasus hak tagih (Cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 lalu.

Kala itu, Listyo memimpin tim penyidik secara langsung ke Malaysia untuk meringkus buronan kelas kakap tersebut.

Sebelumnya, Jokowi resmi mengusulkan Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Idham Azis. Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR, Rabu (13/1).

Pratikno tiba di Gedung DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta sekitar pukul 10.40 WIB pada Rabu (13/1) kemarin. Mengenakan pakaian bercorak batik warna cokelat, kedatangan Pratikno disambut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Surpres itu langsung diterima Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Hari ini surpres telah kami terima dari presiden yg mana presiden menyampaikan usulan pejabat mendatang tunggal yaitu Listyo," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1).

[Gambas:Video CNN]




HALAMAN:
1 2