Khawatir Covid, Polri Tak Buru-buru Identifikasi Korban SJ182

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 02:03 WIB
Tim dokter RS Polri mengaku tak bisa terlalu lama dalam ruangan identifikasi lantaran cemas dengan penyebaran virus corona. RS Polri tak bisa terburu-buru mengidentifikasi jasad korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 lantaran cemas dengan penyebaran virus corona (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri mengaku tidak bisa tergesa-gesa mengidentifikasi jenazah korban Pesawat Sriwijaya Air 182. Salah satu faktornya yaitu khawatir dengan penyebaran virus corona (Covid-19).

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna mengatakan, proses identifikasi korban biasanya dilakukan di kamar jenazah. Sementara dalam masa pandemi ini, pihaknya tidak bisa terlalu lama berada di kamar jenazah.

"Karena masa Covid ini kita tidak boleh terlalu lama di kamar jenazah. Sementara jenazah di rumah sakit ini pun ada yang jenazah Covid," kata Ratna dalam jumpa pers di RS Polri, Kamis (14/1).


Selain itu, Ratna menekankan bahwa anggota yang ikut dalam proses identifikasi jenazah juga dibatasi.

"Jadi kita tidak boleh terlalu banyak orang, tidak boleh terlalu lama, jaga jarak, durasi, gitu ya, ventilasi," ungkapnya.

Kendala lainnya, menurut Ratna, beberapa bagian jenazah tersebut tidak bisa diambil sebagai sampel DNA. Sementara beberapa jenazah korban tidak ada inafis atau sidik jarinya.

"Jadi yang kami dapatkan sampai sekarang ini, ya, sampel yang kami terima baik dari postmortem maupun antemortem," papar Ratna.

Kendati demikian, Kepala Tim Rekonsiliasi dari DVI Polri Kombes Agung Widjajanto menegaskan pihaknya tetap berupaya untuk menuntaskan proses identifikasi terhadap 62 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

"Kami siap tetap melakukan pemeriksaan sampai tidak ada lagi yang diperiksa, kami tim dari Polri dari tim DVI dibantu unsur-unsur lain, tim forensik, kami siap," kata Agung.

"Mudah-mudahan masih ada temuan lain, sehingga pihak keluarga dapat menerima keluarganya yang dinyatakan hilang itu," imbuhnya.

Sampai dengan Kamis (14/1), tim DVI Polri sudah mengidentifikasi 12 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Pada Kamis (14/1), Tim DVI Polri kembali telah mengidentifikasi enam korban lainnya. Mereka yakni Ricko, Ihsan Adhlan, dan Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi.

Dengan tambahan enam korban yang teridentifikasi hari ini, total sudah 12 korban jatuhnya Sriwijaya Air yang teridentifikasi.

Mereka yakni Okky Bisma sebagai flight attendant; Fadly Satrianto, kopilot pesawat; penumpang bernama Khasanah dan Asy Habul Yamin; Indah Halimah Putri, dan Agus Minarni.

Kemudian, Ricko, Ihsan Adhlan, dan Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi.

Tim RS Polri juga sudah menyerahkan dua jenazah korban Sriwijaya Air ke pihak keluarga pada Kamis (14/1). Dua jenazah itu yakni Okky Bisma dan Asy Habul Yamin.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK