6 Korban Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, 1 Pramugari

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 19:27 WIB
Sebanyak enam korban Sriwijaya Air SJ 182 itu berhasil teridentifikasi lewat sidik jari dan pencocokan DNA. Sebanyak enam korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kembali teridentifikasi, satu di antaranya merupakan pramugari. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak enam korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1), kembali teridentifikasi. Mereka merupakan penumpang dan seorang pramugari.

"Hasil hari ini, tim DVI telah melakukan rekonsiliasi dan berhasil mengidentifikasi sebanyak 6 korban" kata Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Kamis (14/1).

Rusdi menjelaskan korban pertama yang teridentifikasi bernama Ricko, Ihsan Adhlan, dan Supianto. Lalu, jenazah berikutnya yang teridentifikasi bernama Pipit Piyono, Mia Tresetyani (pramugari), dan Yohanes Suherdi.


"Rekonsiliasi melalui sidik jari dan melalui pencocokan DNA," ujarnya.

Rusdi mengatakan sampai hari ini pihaknya sudah menerima sebanyak 139 kantong jenazah berisi potongan tubuh korban. Pihaknya pun masih menunggu 3 sampel dari keluarga korban.

Sebelumnya, sudah ada 6 korban yang berhasil teridentifikasi sejak kemarin. Mereka adalah pramugara Okky Bisma, kopilot Fadly Satrianto, Khasanah, Asy Hasbul Yamin, Indah Halimah Putri, dan Agus Minarni.

RS Polri Kramat Jati telah menyerahkan jenazah Okky Bisma dan Asy Hasbul kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu. Terdapat 62 orang di dalam pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Pontianak, Kalimantan Barat itu.

Tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah puing pesawat, pakaian, hingga bagian tubuh diduga penumpang pesawat. Tim juga telah berhasil menemukan black box bagian FDR, sementara bagian CVR masih dalam pencarian.

(dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK