Perpanjangan Evakuasi SJ 182 Diputuskan Senin Besok

CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 14:49 WIB
Diperpanjang atau tidaknya operasi gabungan pencarian dan evaluasi oleh Basarnas bakal diputuskan Senin (18/1) besok dan menunggu hasil evaluasi selama sepekan. Anggota Polri membawa kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan untuk melanjutkan atau tidak operasi gabungan pencarian dan evakuasi korban serta puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bakal diputuskan Senin (18/1) besok.

Langkah lanjutan menurut Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Bambang Suryo Aji harus menunggu hasil evaluasi operasi sepanjang sepekan belakangan.

"Kita melihat hasil nanti karena kan perpanjangan pertama itu kan sampai dengan hari Senin. Nanti akan kita evaluasi bagaimana apakah mau diperpanjang atau tidak menunggu hasil evaluasi besok," tutur Suryo di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (17/1).


Suryo mengungkapkan, dalam mengambil keputusan perpanjangan operasi pencarian dan evakuasi, Basarnas juga akan mempertimbangkan situasi di lapangan dan beberapa instrumen pesawat yang belum ditemukan.

Tak hanya itu, lanjut dia, jumlah korban jiwa yang belum ditemukan pun akan menjadi faktor yang patut dipertimbangkan.

"Korban juga saya lihat setiap hari, masih banyak kita mengevakuasi bagian tubuh korban. Nanti kita lihat perkembangannya, apakah di sana berkurang atau lain karena pengaruh sudah terbawa arus dan sebagainya," terang Suryo.

Dia menambahkan, masalah cuaca menjadi kendala tersendiri bagi tim selama proses pencarian. Pasalnya, menurut Suryo, angin serta arus bawah yang cukup kencang di sekitar area pencarian membuat sejumlah serpihan pesawat justru menjauh.

"Cuaca yang menjadi persoalan sekarang adalah memang cuaca, karena di tempat lokasi itu selain angin dan arus bawah itu yang cukup kencang mempengaruhi kita untuk melaksanakan pencarian khususnya untuk pencarian CVR maupun bagian body part," tutur Suryo.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu setelah hilang kontak pada Sabtu (9/1) pekan lalu. Tim gabungan lantas menggelar operasi pencarian dan penyelamatan korban serta puing pesawat berjenis Boeing 737-524.

Identifikasi korban pertama kali berhasil dilakukan pada Senin (11/1) lalu. Pencarian masih terus dilakukan hingga pada Minggu (18/1) hari ini, tepat masa pencarian memasuki hari ke-sembilan.

Infografis Fakta-fakta Sriwijaya Air JatuhInfografis Fakta-fakta Sriwijaya Air Jatuh. (CNN Indonesia/Fajrian)

Sejauh ini, total sudah 24 korban yang telah teridentifikasi berdasarkan DNA dan sidik jari. Jumlah ini belum bertambah dibanding data pada Sabtu (16/1).

Beberapa korban yang berhasil diidentifikasi di antaranya Okky Bisma, Fadly Satrianto, Khasanah, Asy Hasbul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Mia Tresetyani, Ricko, Ihsan Adhlan, Supianto, Pipit Piyono, Yohanes Suherdi, Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha, Putri Wahyuni, dan Rahmawati. Sebagian di antara jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga.

(mts/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK