Anak Rhoma Irama Bantah Main Proyek Kota Banjar

CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 16:57 WIB
Putra pedangdut Rhoma Irama, Rommy Syahrial membantah terlibat kasus dugaan suap pekerjaan infrastruktur di bawah Kementerian PUPR di Kota Banjar, Jawa Barat. Putra pedangdut Rhoma Irama, Rommy Syahrial membantah terlibat kasus dugaan suap pekerjaan infrastruktur di bawah Kementerian PUPR di Kota Banjar, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Putra pedangdut Rhoma Irama, Rommy Syahrial membantah terlibat kasus dugaan suap pekerjaan infrastruktur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal itu dia ungkapkan saat menyambangi Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah pada Senin (18/1).

"Saya enggak main proyek-proyekan. Nah, kalau mau belajar kuda ke saya. Jadi enggak main proyek saya," kata dia kepada wartawan.


Rommy mengaku tak mengenali para pelaku dalam kasus dugaan suap yang terjadi dalam kurun waktu 2012-2017 tersebut.

Dia juga membantah telah mangkir dalam dua kali pemanggilan yang dilayangkan KPK. Rommy mengatakan baru mengetahui pemanggilan pemeriksaan yang dilayangkan tim penyidik KPK kepada pada Jumat (15/1) lalu.

"Enggak ada yang kenal, sampai saya bilang ke Pak Alam ini nama-nama, ini saya enggak kenal. Dan saya sampai hari ini belum pernah ke Banjar," katanya.

Lebih lanjut, Rommy menyebut bahwa surat pemanggilan yang dilayangkan KPK salah alamat. Sebab, ejaan nama dirinya dalam surat tersebut tak tepat.

Dalam dua kali surat yang dilayangkan, nama Rommy ditulis "Romy" dengan satu m. Padahal, nama dia seharusnya ditulis "Rommy" ditulis "m" dobel.

"Saya crosscheck dengan Pak Alam ternyata betul dikirim link segala macam, kalau nama ya nama saya Rommy Syahrial, ya cuma m-nya satu" katanya.

Sementara itu, Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menyebut bakal kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rommy. Namun, ia meminta agar yang bersangkutan tetap kooperatif menghadiri pemanggilan.

Ali juga mempersilakan Rommy untuk mengklarifikasi ke penyidik terkait kesalahan nama dalam surat panggilan yang dilayangkan.

Namun demikian, ia memastikan bahwa pemanggilan tersebut tetap dilakukan guna mengungkap secara utuh kasus yang tengah diselidiki tim penyidik.

"Kami memastikan pemanggilan seseorang sebagai saksi tentu karena kebutuhan penyidikan dengan tujuan untuk membuat terang rangkaian perbuatan dari para tersangka dalam perkara ini," katanya.

(ryn/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK