Epidemiolog Sarankan Peserta Pesta Raffi Ahmad Dikarantina

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 17:29 WIB
Meski hanya dihadiri 18 orang, pesta yang dihadiri Raffi Ahmad itu tetap berpotensi menjadi klaster penyebaran virus corona. Selebritas Raffi Ahmad saat mengikuti vaksinasi Covid-19 gelombang pertama di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyarankan para peserta pesta yang dihadiri Raffi Ahmad agar menjalani karantina selama 14 hari guna memastikan acara tersebut tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Menurut Dicky, meski hanya dihadiri 18 orang, pesta yang digelar di kediaman ayah Sean Gelael, Ricardo Gelael, itu tetap berpotensi menjadi klaster penyebaran virus corona.

"Potensi klasternya masih ada. Makanya, saya menyarankan yang Raffi pun orang-orang yang ada, karantinalah dulu. Karantina, jangan pergi ke mana-mana, pastikan 14 hari sehat," kata Dicky lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/1).


Dia menilai sanksi sosial tetap harus dijatuhkan dalam kasus kerumunan yang dihadiri Raffi, meski di sisi lain, Dicky mengaku secara tegas menolak sanksi pidana yang sempat diberlakukan kepada penolak program vaksinasi.

Menurut dia, pemerintah misalnya, bisa memberi teguran keras terhadap Raffi atau meminta suami Nagita Slavina itu mengedukasi masyarakat untuk taat menjalankan protokol kesehatan lewat akun media sosial. Sanksi sosial, kata Dicky, tetap harus diberikan sebab kerumunan Raffi tidak bisa dibenarkan.

"Begitu saya kira sudah cukup. Dan itu positif. Karena tidak boleh ada yang, tidak ada konsekuensinya. Jelas itu satu tindakan yang tidak boleh dilakukan, tapi ya tidak mesti dipenjara," katanya.

Meskipun begitu, Dicky menilai kasus kerumunan Raffi Ahmad tak bisa dibandingkan dengan kerumunan yang ditimbulkan oleh bekas pentolan FPI, Rizieq Shihab.

Sebab, menurut dia, potensi klaster yang timbul dalam kerumunan Rizieq jauh lebih besar, sekalipun keduanya sama-sama berpotensi menjadi klaster penyebaran.

"Ya, kalau dibandingkan dengan keramaian Rizieq ya banyak banget ya. Walaupun dua-duanya esensinya sama-sama tidak menaati. Tapi dampak Rizieq itu besar sekali," katanya.

Foto Raffi bersama sejumlah rekan selebritas usai disuntik vaksin bersama Jokowi menuai cibiran terutama di media sosial. Kehadiran Raffi dalam pesta itu terungkap dalam Instagram Story yang diunggah Anya Geraldine.

Polisi telah menyelidiki kasus tersebut dan menyatakan tak ada pelanggaran protokol kesehatan dalam pesta yang dihadiri Raffi. Pesta itu hanya dihadiri 18 orang di bilangan Prapanca, Jakarta Selatan.

"Unsur pasal 93 tidak ada, karena memang hanya 18 orang di situ. Masuk dengan protokol kesehatan ada, kami sudah periksa semua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Depok, Senin (18/1).

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK