Kasus Covid Diprediksi Naik Sampai Akhir 2022

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 09:40 WIB
Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan pemerintah agar kembali menggiatkan 3T dan tidak hanya fokus pada vaksinasi dalam penanganan pandemi. Petugas tenaga kesehatan melakukan rapid tes kepada pedagang pasar. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman memprediksi tren kasus positif virus corona (Covid-19) tetap meningkat hingga akhir tahun 2022.

Menurut Dicky, hal tersebut bisa terjadi jika pemerintah tidak kembali menggiatkan testing-tracing-treatment (3T) Covid-19. Apalagi, jika penanganan pandemi hanya fokus dengan cara vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Untuk herd immunity itu perjalanannya masih panjang, kita belum tahu seberapa besar proteksi vaksin, sehingga kalau tidak kuatkan 3T, kondisi menanjak ini bisa sampai akhir tahun depan," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (20/1).


Dicky mengingatkan bahwa vaksinasi Covid-19 hanya bisa meringankan angka kesakitan dan kematian, bukan menurunkan kasus. Selama penanganan pandemi tidak mengutamakan 3T dan 3M, maka kasus akan terus melonjak.

"Vaksin itu hanya memberikan proteksi supaya tidak menjadi sakit berat, dan mencegah kematian, ditambah herd immunity masih lama, mungkin baru tercapai 3-4 tahun lagi," ujar Dicky.

Ia juga menekankan, tidak ada yang mengetahui pasti kapan pandemi Covid-19 berakhir. Ditambah lagi dengan kemunculan strain baru Covid-19 di beberapa negara.

Mutasi Covid-19 seperti terjadi di Inggris dapat memperpanjang situasi masa pandemi. Sementara itu, vaksin belum tentu memberikan proteksi yang kuat jika harus melawan mutasi Covid-19 jenis baru.

"Apalagi kalau ada strain virus Covid-19 jenis baru, kita tidak bisa prediksi kapan situasinya terkendali," tuturnya.

Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 927.380 pada Selasa (19/1). Beberapa hari terakhir, lonjakan kasus positif tinggi.

Dalam sepekan terakhir, temuan kasus positif dalam sehari bisa lebih dari 10.000 kasus. Menurut grafik di laman Satgas Covid-19, temuan kasus tertinggi terjadi pada 16 Januari sebanyak 14.224 kasus. Terakhir, pada 19 Januari kemarin, ditemukan 10.365 kasus.

Sementara kasus terus bertambah, daerah zona merah Corona juga ikut bertambah. Menurut data Satgas Covid per 19 Januari, ada 108 kabupaten kota berada dalam zona merah, dari sebelumnya sebanyak 70 kabupaten kota.

"Untuk pertama kalinya, mencapai jumlah yang sama dengan awal perhitungan zonasi risiko dilakukan pada 31 Mei 2020 lalu. Jumlah zona merah mencapai lebih dari 100 yaitu 108 kabupaten kota," tutur Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK