Unggahan Rasial Ambroncius ke Pigai Berujung Laporan Polisi

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 18:59 WIB
Unggahan yang memuat dugaan rasialisme Ambroncius terhadap Natalius Pigai berujung laporan ke polisi. Unggahan Ambroncius soal dugaan rasial ke Natalius Pigai berujung laporan ke polisi. (Foto: CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Unggahan Ketua Umum Pro Jokowi-Amin (Projamin) Ambroncius Nababan terkait dugaan rasial terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai berujung laporan polisi.

Kejadian itu berawal dari unggahan Ambroncius di akun Facebook pribadinya yang memuat konten rasisme. Ia menyandingkan foto Pigai dengan foto gorila.

Dalam unggahan foto tersebut, Ambroncius menyertakan keterangan soal vaksinasi.


Politikus Partai Hanura itu menyindir pernyataan Pigai yang menolak vaksin Covid-19 Sinovac dan lebih memilih membeli vaksin dari luar negeri.

Menanggapi itu, Pigai pun mengunggah ulang foto tangkapan layar berisi muatan rasial itu di akun Twitternya @NataliusPigai2.

Pigai pun menyinggung bahwa selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembantaian, pembunuhan, dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme.

Menurutnya, negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang berseberangan dengan kekuasaan.

Dia menyebut rasisme saat ini telah menjadi kejahatan kolektif negara pada orang Papua.

Pigai pun turut mengadukan dugaan tindakan rasialisme yang ia terima ke Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, keturunan Amerika-Afrika pertama yang terpilih sebagai menteri di AS, melalui akun Twitternya.

Sementara Ambroncius telah mengklarifikasi pernyataan soal dugaan rasial terhadap Pigai. Ia mengatakan bahwa unggahannya itu dilatarbelakangi pernyataan Pigai yang menolak vaksin Sinovac.

Ia mengaku marah atas pernyataan itu sehingga mencari sesuatu yang bisa diunggah terkait Pigai.

"Saya cari ini apa yang kira-kira bisa diposting untuk mengkritik beliau secara satire. Jadi saya lihat pas ada foto beliau dengan seekor gorilla," kata dia.

Ia mengklaim foto Pigai yang disandingkan dengan gorila itu sudah banyak beredar dan bukan buatannya. Ia mengaku hanya membuat kata-kata untuk unggahan itu.

Unggahan itu, kata dia, juga ditujukan untuk pribadi Pigai dan bukan untuk masyarakat Papua.

"Apalagi saya sudah puluhan tahun, saya di Papua sering, juga bertarung termasuk pernah caleg dari sana, kan enggak mungkin mengkhianati atau menghina rakyat Papua kan. Itu jauh sekali lah. Apalagi melakukan rasis, itu sangat tidak masuk akal," ujar dia.

Kini ada dua laporan terkait dugaan rasial Ambroncius terhadap Pigai di kepolisian.

Bareskrim Polri telah mengambil alih laporan tersebut dari Polda Papua dan Polda Papua Barat. Kasus itu diambil alih lantaran Ambroncius berdomisili di Jakarta.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga disebut telah menganalisis unggahan Ambroncius di akun Facebook.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono memastikan akan segera memeriksa Ambroncius untuk mengklarifikasi unggahan tersebut.

"Kami akan menanyakan atau meminta keterangan apakah media sosial itu, Facebook itu adalah milik yang bersangkutan," ujarnya.

(psp/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK