Ketum Projamin Ambroncius Dipolisikan soal Foto Pigai

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 14:30 WIB
KNPI yang membuat laporan ke Polda Papua Barat meminta laporan terhadap Ketum Projamin Ambroncius tersebut diusut dalam waktu dua minggu. Kader Hanura dan Ketum Relawan Projamin Ambroncius Nababan dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan rasial ke Natalius Pigai. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat melaporkan politikus Partai Hanura Ambroncius Nababan ke Polda Papua Barat terkait dugaan rasial terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi laporan tersebut dibuat oleh Ketua KNPI Pronvisi Papua Barat, Sius Dowansiba. Laporan teregistrasi dengan Nomor /LP/17/I/2021/Papua Barat.

"Laoran ini dibuat pada Senin (25/1) sekitar pukul 13.46 WIT di SPKT Polda Papua Barat," kata Adam melalui keterangan resmi, Senin (25/1).


Adam mengatakan laporan tersebut akan mendapat perhatian dan atensi Polda Papua. Ia menyebut laporan dugaan rasial ini sudah dikordinasikan dengan Direktur Kriminal Khusus Kombes Romylus Tamtelahitu.

Menurut Adam, pihaknya berkoordinasi dengan tim unit siber Bareskrim Polri.

"Seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dan menyerahkan sepenuhnya perkara ini ditangani oleh pihak berwajib," ujarnya.

Lebih lanjut, Adam mengatakan anggota KNPI turut meminta bertemu dengan pejabat Polda Papua. Dalam pertemuan itu, kata Adam, KNPI mengecam keras sikap rasial yang dilakukan oleh Ambroncius.

Mereka juga meminta pihak kepolisian bertindak secara tegas untuk menangani persoalan tersebut.

"Memberi tegang waktu sekitar dua pekan terhitung dari tanggal pembuatan LP," katanya.

Sebelumnya, mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendapat perlakuan dugaan rasial. Pigai mengunggah foto tangkapan layar berisi muatan rasial di akun Facebook Ambroncius Nababan.

Di dalamnya foto tersebut Natalius disandingkan dengan foto gorila disertai komentar terkait vaksinasi.

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies," tulis akun Ambroncius Nababan dalam foto yang diunggah akun Twitter @NataliusPigai2, Minggu (24/1).

Pigai mengatakan selama pemerintahan Joko Widodo, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme. Menurutnya, negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang berseberangan dengan kekuasaan.

Ambroncius sendiri merupakan kader Partai Hanura. Saat ini, ia juga aktif sebagai Ketua Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin).

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK