Mendagri Tito Usul Vaksin Covid Pakai Data Pemilu 2019

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 03:40 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan agar data penerima vaksin covid-19 memakai data Pemilu 2019. Mendagri Tito Karnavian usul data vaksin covid-19 menggunakan data Pemilu 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memakai data pemilih Pemilu 2019 sebagai basis data vaksinasi Covid-19.

Tito mengapresiasi langkah Menkes Budi Gunadi Sadikin yang ingin menggunakan data Pilkada 2020 untuk basis data vaksinasi. Namun, ia mengingatkan tidak semua daerah ikut Pilkada 2020.

"Yang tidak ada Pilkada, bisa di-cross checking data dukcapil dari provinsi, kabupaten/kota, data Pemilu 2019, karena mereka juga melakukan coklit manual," kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (25/1).


Tito menyampaikan data pemilih yang dimiliki KPU punya validitas yang baik. Sebab data itu berasal dari basis data kependudukan yang dimiliki Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Data itu juga telah melalui sejumlah pengecekan ulang. Sebab KPU selalu menggelar pencocokan dan penelitian (coklit) beberapa waktu jelang pemilihan.

"Diverifikasi oleh KPU door to door, verifikasi faktual coklit. Sehingga, datanya valid," ucap Tito.

Sebelumnya, Menkes Budi mengungkap data yang dimiliki Kemenkes kacau. Hal itu ia ketahui baru-baru ini saat vaksinasi massal dimulai.

Belajar dari pengalaman itu, Budi ogah memakai data yang dimiliki kementeriannya. Ia lebih memilih data milik KPU yang baru dimutakhirkan saat Pilkada 2020.

"Aku pakai datanya KPU. Kita ambil KPU manual, kemarin baru pemilihan itu Jabar, kayaknya itu yang paling current, based-nya untuk rakyat di atas 17 tahun," kata Budi pada diskusi virtual yang ditayangkan kanal PRMN SuCi di Youtube, Rabu (20/1).

Merespons kritik sang menteri, Kemenkes langsung berbenah. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Hidayat menyebut pihaknya sedang memperbaiki data yang mereka miliki.

"Saat ini data dari top down dan bottom up sedang berproses diperbaiki dan sudah lebih baik," ucap Budi Hidayat lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

(dhf/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK