Muncikari Prostitusi Hotel Sunter Patok Tarif Rp5-10 Juta

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 22:10 WIB
Bisnis prostitusi itu ditawarkan secara online, misalnya lewat aplikasi dan juga ditawarkan oleh si muncikari secara langsung. Prostitusi. Ilustrasi. (Istockphoto/ Aluxum)
Jakarta, CNN Indonesia --

Muncikari berinisial R mematok tarif yang bervariasi dalam bisnis prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.

"Mereka (anak di bawah umur) biasanya ditawarkan per orang ke konsumen Rp5 juta sampai Rp10 juta," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra saat dihubungi, Selasa (26/1).

Dari tarif tersebut, muncikari kemudian membagikannya dengan besaran yang beragam. Untuk anak berusia 17 tahun mendapat Rp3 juta, sedangkan untuk yang berusia 15 tahun mendapat Rp1,5 juta.


Disampaikan Paksi, bisnis prostitusi itu ditawarkan secara online, misalnya lewat aplikasi maupun ditawarkan oleh si muncikari secara langsung.

Paksi menjelaskan muncikari R dan empat anak di bawah umur yang terlibat dalam prostitusi online ini saling mengenal dari Facebook. Lewat media sosial itu, kedua belah pihak saling berkomunikasi dan akhirnya bersepakat untuk bertemu.

Setelahnya, muncikari pun membujuk rayu mereka hingga akhirnya terlibat dalam bisnis prostitusi online.

"Si muncikari mencoba-coba menawarkan mereka," ucap Paksi.

Lebih lanjut, Paksi membeberkan bahwa keempat anak di bawah umur yang terlibat dalam prostitusi online ini, semuanya berstatus sebagai pelajar.

Keempat anak di bawah umur itu diketahui berinisial F (15), D (17), AM (15), serta AR (15).

"Tiga anak saat ini masih mengikuti belajar secara daring. Sementara satu lagi belajar secara tatap muka," tutur Paksi.

Sebelumnya, polisi meringkus seorang muncikari berinisial R dan empat anak di bawah umur terkait prostitusi anak di bawah umur di sebuah hotel di Sunter Jaya, Jakarta Utara, Selasa (26/1).

Dalam penangkapan itu, muncikari lebih dulu ditangkap oleh aparat kepolisian. Setelahnya, polisi menggali informasi ihwal keberadaan anak di bawah umur ke muncikari tersebut.

"Kita mengetahui nomor kamarnya, kita lakukan dobrak, ternyata mereka empat anak perempuan di bawah umur," tutur Paksi.

(dis/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK