Kemenkes: Usulan Lockdown Jawa Harus Dikaji Lebih Lanjut

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 12:19 WIB
Kemenkes menyatakan penerapan lockdown membutuhkan pertimbangan disertai masukan dan kajian baik dari segi epidemiologi maupun usulan pemda. Ilustrasi lockdown. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan akan mengkaji usulan lockdown Pulau Jawa setelah tembus satu juta kasus Covid-19.

"Banyak hal yang perlu dikaji untuk melakukan lockdown, dan ini sifatnya harus dinilai dari berbagai hal, termasuk pertimbangan epidemiologis dan pemda, untuk itu kami [Kemenkes] harus diskusi lebih lanjut," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/1).

Ia juga mengatakan, masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan bisa melandaikan laju penularan Covid-19.


"Kuncinya di situ, pembatasan mobilitas dan disiplin 3M," ucapnya.

Sebelumnya, usulan lockdown pulau Jawa disampaikan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

Dicky mengatakan, pemerintah sudah seharusnya menerapkan karantina wilayah atau lockdown setelah total positif Covid-19 mencapai 1 juta kasus.

"Memang seharusnya untuk Pulau Jawa itu lockdown. Karena situasi berdasarkan indikator epidemiologis sudah mendukung itu, karena episentrum kasus Covid-19 ya di Pulau Jawa," kata Dicky, Selasa (26/1).

Kasus positif Covid-19 sendiri bertambah sebanyak 13.094 sehingga akumulasi kasus positif mencapai 1.012.350 kasus. Selain angka sembuh mencapai 820.356, total angka kematian sebanyak 28.468 kasus, dan masih tersisa kasus aktif sejumlah 163.526, pada Selasa (26/1) ini.

(mel/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK