Muhadjir Ungkap Jokowi Ingin Karantina Wilayah Terbatas

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 14:58 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut Presiden Jokowi ingin perubahan strategi penanganan Covid dengan cara melakukan karantina wilayah lingkup RT dan RW. Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Rusman-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut ada kemungkinan pemerintah menerapkan karantina wilayah terbatas guna meredam penularan virus corona. Sistem karantina itu bisa merujuk seperti diterapkan Hong Kong.

Muhadjir menyebut opsi karantina dibahas ketika Presiden Joko Widodo pada Selasa (26/1) kemarin, memanggil dirinya secara mendadak. Jokowi berulang kali menekankan agar diterapkan karantina wilayah setelah kasus positif covid-19 di Indonesia mencapi satu juta.

"Kan baru dipanggil (kemarin) sore, nanti kita akan segera atur mungkin bisa begitu (seperti yang dilakukan Hong Kong)," kata Muhadjir dalam tayangan video dan telah diberi izin untuk dikutip, Rabu (27/1).


Sistem karantina wilayah di Hongkong, kata Muhadjir, adalah sistem yang benar-benar menutup akses keluar masuk bagi warga di suatu wilayah jika diketahui ada yang terpapar covid-19.

Dalam sistem itu warga hanya boleh kembali melakukan aktivitas keluar masuk wilayah jika pemerintah telah selesai melakukan tes kepada semua warga di daerah tersebut dan hasil tes telah keluar.

Dalam keterangan tertulisnya Muhadjir mengatakan salah satu permintaan Jokowi adalah karantina wilayah terbatas sampai tingkat mikro di lingkup RT dan RW.

Karantina terbatas rencananya akan dilakukan untuk mendalami kasus yang ada di suatu wilayah, dan melakukan pemisahan masyarakat dengan kasus positif dengan dilakukan isolasi mandiri atau isolasi kolektif. Muhadjir mengatakan, untuk teknis karantina terbatas masih akan dibahas lebih lanjut

"(Teknisnya) Kita akan terus atur. Dan sebetulnya Presiden sudah memesan agar sungguh-sungguh diterapkan karantina terbatas, kemudian isolasi mandiri, dan kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi kolektif secara terpusat," terangnya.

Muhadjir mengatakan, Presiden Jokowi sebenarnya telah sejak lama meminta agar sistem karantina terbatas ini bisa diterapkan.

"Dan memang sebetulnya presiden sudah lama itu memesan supaya diterapkan karantina terbatas, isolasi mandiri, kalau memang tidak mungkin, baru isolasi kolektif dibawa ramai-ramai ke satu tempat terpusat," katanya.

Wakil Ketua Komite Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu juga mengingatkan agar masyarakat atau siapa saja tidak membayangkan sistem karantina wilayah atau karantina terbatas yang berlangsung panjang dan lama.

Karantina wilayahyang mungkin akan dilakukan pemerintah adalah sebuah karantina dengan penyesuaian waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemisahan antara yang terinfeksi dengan yang tidak terinfeksi covid-19.

"Jangan dibayangkan karantina itu kemudian waktunya lama, itu sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemisahan," kata dia.

"Kemudian kita pisah mana yang sudah status positif dan mana yang masih diduga. Kemudian segera kita pisahkan, kemudian lakukan isolasi," katanya.

(tst/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK