647 Wafat, Kemenkes Klaim 1,5 Juta Nakes Cukup Hadapi Covid

CNN Indonesia | Jumat, 29/01/2021 15:38 WIB
Sebanyak 647 tenaga kesehatan telah meninggal dunia. Kemenkes menyatakan pelayanan kesehatan tak terganggu karena jumlah nakes saat ini mencapai 1,5 juta orang. Sejumlah tenaga kesehatan bersiap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat (22/1/2021). (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia saat ini masih mencukupi untuk menangani pandemi.

Menurut Nadia, saat ini di Indonesia terdapat 1,5 juta nakes. Jumlah tersebut menurutnya masih mencukupi. Selain itu, terdapat peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang sedang menempuh pendidikan.

"Semua akan bekerja untuk pelayanan Covid-19," kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (29/1) siang.


Nadia menuturkan, angka kematian 647 tenaga kesehatan merupakan suatu kehilangan besar. Meski demikian, kata Nadia, alur pelayanan kesehatan tidak terganggu.

"Ini tidak mengganggu alur pelayanan," kata Nadia.

Rekrutmen tenaga kesehatan juga tetap dilakukan hingga kini. Mengenai mekanisme rekrutmen nakes, Nadia mengatakan hal itu dilakukan sesuai dengan status setiap nakes.

Terkait pegawai negeri sipil (PNS), mekanisme rekrutmen harus mengikuti aturan pegawai pemerintah. Sementara, untuk penambahan relawan maka pihaknya berkoordinasi dengan organisasi profesi.

"Enggak bisa serta merta kita mengangkat pengganti. Itu kan ada prosesnya, ya" ujar Nadia.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir mengatakan rekrutmen nakes telah berjalan. Rekrutmen tersebut dilakukan untuk mengisi posisi 647 nakes yang meninggal akibat Covid 19.

Kadir menyebutkan dalam setahun terdapat 12 ribu dokter baru. Banyak dari dokter tersebut kemudian mengikuti program magang.

"Banyak di antara mereka yang mengikuti program internship atau magang, itu juga kita berdayakan semua untuk membantu," kata Kadir pada Jumat (29/1).

Dalam program ini, pihaknya juga bekerja sama dengan organisasi profesi di bidang kesehatan, seperti, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Selain itu, Kementerian kesehatan juga melakukan program relaksasi. Kadir mengatakan jika sebelumnya perawat harus mengikuti ujian standar kompetensi guna mendapatkan surat tanda registrasi (STR), saat ini bisa langsung membantu rumah sakit.

"Tapi dengan syarat mereka dilatih terlebih dahulu kemudian pada saat mereka bekerja harus tetap didampingi oleh senior," terang Kadir.

Sejak Maret 2020 hingga 27 Januari 2021 sebanyak 647 tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan dokter Indonesia (IDI) mengatakan jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di Asia dan masuk tiga besar di dunia.

"Kalau di dunia dengan persentase kematian nakes dengan kematian di Indonesia kita di tiga besar," kata Adib saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (28/1).

Menurut Adib, angka kematian tersebut merupakan jumlah keseluruhan tenaga kesehatan yang terdiri dari berbagai profesi.

Adib merinci, dari jumlah tersebut, 161 di antaranya merupakan dokter umum, 123 dokter spesialis, serta 5 residen. Semua dokter tersebut berasal dari 26 IDI Wilayah atau Provinsi.

Sementara, tenaga kesehatan dari profesi lainnya adalah 27 dokter gigi, 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga lab medik.

(iam/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK