Belasan Terduga Teroris JAD Makassar Akan Dipindah ke Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 20:16 WIB
Mabes Polri bakal menjemput belasan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/2). Petugas Densus 88 Antiteror saat memindahkan para tersangka kasus terorisme di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Markas Besar Polri bakal menjemput belasan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (4/2).

Belasan terduga teroris itu merupakan hasil penangkapan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di wilayah Makassar pada awal Januari lalu. Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan secara intensif di Jakarta.

"Iya, ada penjemputan teroris Jamaah Ansharut Daulah dari Makassar di Bandara Soetta," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/2).


Dia menuturkan belasan orang yang diduga terafiliasi dengan JAD itu akan tiba di bandara sekitar pukul 12.00 WIB.

Ramadhan mengatakan nantinya mereka akan dipindahkan ke tahanan teroris. Namun demikian, Ramadhan belum dapat memastikan lokasi yang akan menjadi tujuan untuk penahanan para terduga teroris itu.

"Waktu penangkapan kemarin kan 20 orang. Kemudian dilakukan tindakan. 2 orang sudah meninggal, 1 orang luka, ada 1 (kena) Covid-19. Jadi belum tahu jumlahnya berapa. Yang jelas dari tindakan yang bulan lalu itu, ya antara 16 atau 15 orang kira-kira," ujar dia.

Pada Januari lalu, beberapa anggota teroris itu sempat melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan senjata tajam dan senapan angin jenis PCP. Walhasil, dua di antara mereka ditembak mati.

Dalam hal ini, kata Ramadhan, jaringan teror yang diringkus itu tergabung dalam JAD. Mereka telah melakukan baiat kepada ISIS pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho, pimpinan Ustaz Basri.

Keterangan polisi pada Januari lalu menyebutkan bahwa para terduga teroris itu terlibat dalam aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, Filipina pada 2019. Menurutnya, mereka menjadi penyokong dana bagi aksi teror itu.

Mereka turut membantu buronan Andi Baso yang beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.

Berbagai aksi bom itu diketahui merupakan ulah jaringan JAD. Ramadhan menjelaskan kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak 2020.

"Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (i'dad)," ucapnya.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK