Warga soal Pasar Muamalah: Bertahun-tahun, Tak Disembunyikan

yla, CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2021 08:48 WIB
Warga sekitar heran kepolisian baru mempersoalkan Pasar Muamalah di Depok padahal aktivitas transaksi jual-beli di sana sudah lama dan berjalan terbuka. Seorang warga melintas depan ruko pasar muamalah yang disegel polisi di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Depok, CNN Indonesia --

Pasar Muamalah yang berada di wilayah Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok, tampak dipasangi garis polisi dan tidak beroperasi lagi, Rabu (3/2).

Penyegelan itu dilakukan setelah petugas Bareskrim mengamankan pendiri sekaligus pengelola pasar tersebut, Zaim Saidi, pada Sealsa (2/2) malam.

Zaim pun lantas dibawa ke markas polisi guna diperiksa. Pendiri pasar yang transaksi di sana menggunakan keping dirham dan dinar itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terhadap dirinya.


CNNIndonesia.com berbincang dengan sejumlah warga di sekitar pasar yang disebutkan telah berdiri sejak 2014 silam.

"Ini kan udah bertahun-tahun ya. Udah lama banget. Lokasinya juga di pinggir jalan. Enggak ada yang disembunyi-sembunyiin, kok baru sekarang dipermasalahin?" Kata Mariyul saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu sore.

Menurutnya, dirham itu pun kerap dibagikan pula kepada yang membutuhkan seperti janda dan anak-anak yatim. Dia sendiri terakhir kali mendapatkan dirham dari Pasar Muamalah itu bulan lalu.

"Bulan kemarin saya kayaknya, dapat terakhir itu," kata perempuan yang akrab disapa Yul.

Menurutnya penggunaan dinar dan dirham di sana sama saja dengan penggunaan kupon. Pasalnya, untuk berbelanja di sana konsumen harus menukar uang rupiah dengan koin dinar atau dirham. Setelah itu, dinar atau dirhamnya bisa disimpan konsumen ataupun ditukar kembali ke rupiah.

Menurutnya, penggunaan dirham dilakukan agar tak ada penggandaan atau pemalsuan.

"Kalau pakai kupon kan nanti bisa di-fotocopy, kalau dirham kan enggak bisa," kata dia.

Serupa Mariyul, Farida juga mengaku heran ketika mendengar polisi mengamankan pendiri pasar Muamalah dan menyegel tempat tersebut.

Farida menjelaskan, dirham adalah sejenis bantuan yang dibagikan untuk orang-orang membutuhkan seperti dirinya.

"Ya itu dibagi-bagi buat janda seperti saya dan anak-anak yatim," jelas Farida.

Setiap beberapa bulan sekali ia mendapatkan satu dirham. Jika dirupiahkan, satu dirham setara dengan Rp70.000. Dirham itu kemudian, kata Farida, bisa ditukar di bazar yang diadakan di Pasar Muamalah setiap Minggu mulai pukul 9.30 WIB.

"Nanti tiap minggu itu kita bisa tukar sama sembako, baju, pasta gigi gitu banyak pokoknya," ujar Farida.

Farida mengaku kaget saat ini Pasar Muamalah dipermasalahkan. Menurutnya tak ada yang salah dari aktivitas muamalah.

Ia mengibaratkan dirham itu adalah kupon yang biasa ditukar untuk bantuan sosial atau kurban. Lebih lanjut, ia juga menggambarkan pertukaran dirham itu seperti air di kolam, jadi bukan untuk diterima sembarang orang.

"Ibarat kolam ya airnya kan di situ-situ saja. Kalau ini ada orang mau beramal terus ngasih dirham, nah dirham itu nanti bisa di tukar ke penjual, terus dari penjual itu balik lagi ke yang ngasih amal ditukar sama rupiah," jelas Farida.

Oleh karena itu, ia mengaku kecewa atas penangkapan pendiri pasar Muamalah.

"Ya Allah itu kan orang baik, orang mau bantu, kasihan banget," ucapnya sedih.

'Tamparan' serupa Farida saat mendengar Zaim Saidi ditangkap polisi itu pun dirasakan Rosnida.

"Menggigil aku, seperti bapak meninggal," ujar Rosnida yang merupakan warga Tanah Baru tersebut.

Sehari-hari, dia bekerja menjual tisu di depan masjid Arrahman yang letaknya sekitar 300 meter dari pintu Pasar Muamalah tersebut.

Pasar Muamalah bagi Rosnida banyak membantu. Sebab, setiap bantuan dirham yang ia dapatkan bisa ditukar dengan kebutuhan sehari-hari.

(kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK