Isu Kudeta, Demokrat Singgung Konflik PDI Megawati-Soerjadi

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 20:46 WIB
Partai Demokrat mengungkit konflik Megawati Soekarnoputri dengan Soerjadi pada tahun 1996. Pernyataan Demokrat terkait isu kudeta kepemimpinan AHY. Teuku Rifky Harsya. (CNNIndonesia/Dika Dania Kardi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menyinggung soal konflik antara Megawati Soekarnoputri dengan Soerjadi yang terjadi di tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 1996.

Hal tersebut dilakukan Riefky saat menjelaskan tentang gerakan pengambilalihan kekuasaan di partainya atau kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Menurutnya, Kongres Luar Biasa (KLB) PDI yang berlangsung pada 22 Juni 1996 di Medan, Sumatera Utara yang berhasil melengserkan Megawati dari pucuk pimpinan PDI saat itu tidak mungkin terjadi tanpa ada campur tangan dari pemerintah.


"Ada contoh dalam sejarah di negeri kita ini. Pada 22 Juni 1996 dilaksanakan KLB PDI di Medan yang berhasil menurunkan dan mengganti Megawati sebagai pimpinan PDI," kata Riefky, Jumat (5/2).

"KLB tersebut tersebut juga bukan hanya masalah internal PDI atau konflik antara kubu Megawati dan kubu Soerjadi, tetapi ada campur tangan dan pelibatan eksternal dalam hal ini elemen pemerintah," imbuhnya.

Dia melanjutkan, hal yang terjadi di PDI kemudian hampir menyerang Demokrat saat ini sangat jelas bukan hanya masalah internal partai semata.

Menurutnya, bila tindakan Moeldoko yang berupaya mendongkel kepemimpinan AHY dibiarkan dan dibenarkan maka akan sangat mencederai rasa keadilan di negeri ini.

"Jika tindakan Moeldoko dibiarkan dan dibenarkan yang dengan kekuasaan dimilikinya sebagai pejabat negara telah melakukan gerakan pengambillaihan partai secara paksa, tentu sangat mencederai rasa keadilan di negeri ini," ucap Riefky.

Perseteruan antara Demokrat dengan Moeldoko terjadi sejak awal pekan ini. Demokrat menuduh Moeldoko telah bergerak untuk melancarkan kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tuduhan itu dilayangkan Demokrat setelah mengumpulkan sejumlah bukti serta informasi bahwa Moeldoko telah menemui sejumlah kader dan eks kader Demokrat.

Moeldoko sendiri sudah membantah tudingan tersebut. Ia pun mengaku heran dengan keributan yang terjadi antara Demokrat dengan dirinya saat ini.

"LBP [Luhut Binsar Pandjaitan] juga pernah cerita sama saya, pernah didatangi mereka-mereka, case sama. Tapi enggak ribut begini," kata Moeldoko saat memberikan keterangan pers, Rabu (3/3).

(mts/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK