Ratusan Ribu Nakes Batal Divaksin Covid, Mayoritas Hipertensi

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 09:55 WIB
Menkes Budi meyakini target vaksinasi seluruh nakes yang menjadi sasaran selesai pada akhir Februari 2021. Sekitar 100 ribu tenaga kesehatan batal disuntik vaksin Covid-19 lantaran pernah positif virus corona dan memiliki penyakit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekitar 100 ribu tenaga kesehatan (nakes) batal mendapat suntikan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China, Sinovac.

Mereka gagal divaksinasi dengan berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan yang kurang baik seperti memiliki penyakit penyerta alias komorbid, hingga nakes yang sempat positif Covid-19.

"Dari nakes ini kami melihat lebih dari 100 ribu orang ternyata batal disuntik, karena mereka dicirikan pernah menjadi penyintas Covid-19. Jadi kita tunda suntikannya karena kekebalannya masih ada. Tapi juga sebagian besar itu darah tinggi," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Minggu (7/2) kemarin.


Secara keseluruhan, berdasarkan data vaksinasi Kemenkes per Senin (8/2), sebanyak 1.627.085 nakes melakukan registrasi ulang dari total sasaran vaksinasi nakes sebanyak 1.629.233 orang.

Total sementara nakes yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama sebanyak 784.318 orang atau baru mencapai sekitar 48 persen dari total target.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu yakin target vaksinasi seluruh nakes yang menjadi sasaran selesai pada akhir Februari ini.

"Kita masih punya waktu sampai akhir bulan ini untuk menyelesaikan semuanya. Melihat kecepatan kita melakukan vaksinasi seharusnya hal itu bisa tercapai," ujarnya.

Di sisi lain, Budi menyebut vaksinasi untuk orang berusia di atas 60 tahun bakal dimulai hari ini.

Penyuntikan vaksin dosis pertama itu akan menyasar nakes lansia terlebih dahulu. Setidaknya ada 11.600 orang nakes berusia lanjut dari total target vaksinasi nakes di seluruh tanah air.

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK