Banjir Pamanukan, Ridwan Kamil Bangun Bendungan di Subang

CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2021 18:49 WIB
RK memaparkan saat ini pemerintah telah 50 persen membangun Bendungan Sadawarna dan merencanakan dua bendungan lain yang bisa bermanfaat mengatasi banjir. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau lokasi banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Selasa (9/2).

Dalam kunjungannya tersebut, pria yang karib disapa Emil itu mengungkap bahwa pemerintah akan mempercepat proses perbaikan tanggul yang jebol diterjang arus banjir.

"Proses perbaikan tanggul segera akan dilakukan oleh BBWS [Balai Besar Wilayah Sungai]," kata pria yang akrab disapa Emil itu dalam keterangan tertulis.


Selain itu, sambungnya, ia pun mengungkapkan untuk selanjutnya pemerintah memang sedang membangun Bendungan Sadawarna yang terletak di Kecamatan Cibogo untuk mengatasi banjir.

Bendungan tersebut pun akan mengatasi persoalan kebutuhan air irigasi di wilayah Subang, Indramayu, dan sekitarnya.

"Jangka menengahnya solusi banjir yaitu Bendungan Sadawarna sudah 50 persen. Mohon doanya karena menjadi solusi supaya banjir tahunan di Subang dan sekitarnya bisa dikendalikan lebih baik, 50 persennya lagi akan selesai di akhir tahun depan," ujarnya.

Selain Bendungan Sadawarna, Emil menyatakan pihaknya tengah menyiapkan dua bendungan lain untuk mengatasi banjir.

"Ada juga bendungan yang sedang kita siapkan yang skalanya lebih besar yaitu Cipunegara dan Cibeet. Sehingga, suatu saat banjir di waktu dekat bisa berkurang," kata mantan Wali Kota Bandung tersebut.

Usai meninjau, Emil pun mengapresiasi langkah-langkah kedaruratan yang telah diambil, seperti proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik.

Selain itu, Emil meminta masyarakat di lokasi pengungsian untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dengan ketat, terutama memakai masker.

"Kami bersama Forkopimda memberikan dukungan maksimal kepada bupati untuk menolong warga Subang yang terdampak banjir," katanya.

Sebelumnya, mengutip dari rekaman video yang diunggah akun media sosial @pemkabsubang, Bupati Subang Ruhimat mengatakan banjir yang terjadi pekan ini merupakan yang terbesar setelah 2014 lalu.

"Tentunya saya atas nama pemerintah sangat prihatin dengan kondisi seperti ini (banjir) dan ini memang sudah berkali-kali. Dua tahun memang saya menjadi bupati memang namun kondisi saat ini kalau sebatas mengandalkan mengatasi permasalahan ini dari anggaran pemerintah daerah sangat tidak mungkin," kata Ruhimat di video tersebut.

"Untuk itu mudah-mudahan pihak provinsi maupun pemerintah pusat, saya menginginkan untuk segera turun ke lokasi khususnya yang menyangkut di Kecamatan Pamanukan yang hampir setiap tahun seperti ini (banjir)," ujarnya.

Area persawahan padi ikut terendam. Kawasan Samudera Jaya, Tarumajaya didomimasi lahan pertanian milik warga. CNNIndonesia/Safir MakkiArea persawahan padi ikut terendam. Kawasan Samudera Jaya, Tarumajaya didomimasi lahan pertanian milik warga. CNNIndonesia/Safir Makki

Tinjau Banjir Karawang

Selain meninjau lokasi banjir di Pamanukan Subang, Emil juga meninjau salah satu titik banjir di Perum Bumi Mutiara Indah (BMI), Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, untuk memastikan proses evakuasi hingga penyaluran bantuan logistik.

Di hadapan warga terdampak banjir, Emil mengatakan, solusi banjir terus dikerjakan pemerintah meski belum sepenuhnya rampung.

Selain Bendungan Sadawarna di Subang yang juga akan berdampak bagi Karawang, pengerjaan pembesaran saluran di bawah air sungai juga terus dikebut.

"Pembesaran saluran di bawah air sungai, laporan per hari ini sudah kontrak lalu segera dikerjakan dengan maksimal. Kemudian beberapa rencana besar lainnya seperti (pembangunan) Bendungan Cipunegara dan Cibeet," ujarnya.

"Mudah-mudahan dengan percepatan proyek-proyek infrastruktur air di tahun 2021 hingga 2022 potensi banjir bisa terus berkurang," sambungnya.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, Emil meminta Bupati Karawang untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan dan melakukan perbaikan infrastruktur lewat APBD Kabupaten Karawang.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem di pulau Jawa termasuk Jabar masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2021. Untuk itu, Emil meminta masyarakat dan pimpinan wilayah untuk selalu waspada dengan prediksi cuaca ekstrem tersebut.

"Diharapkan kewaspadaan masyarakat, Kades, Camat, Bupati, dan semuanya terhadap cuaca ekstrem yang sudah diprediksi ini," kata Emil.

Diketahui dalam dua hari ini, beberapa wilayah di Pantai Utara (Pantura) Jabar mengalami bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem, termasuk Karawang dan Subang.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK