Lansia di DKI Antre Sejak Subuh Demi Jatah Vaksinasi

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 16:05 WIB
Antrean nomor untuk mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19 bagi lansia di RSUD Pasar Minggu telah berlangsung sejak pagi hari. warga lanjut usia (lansia) antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peserta vaksinasi Covid-19 bagi lanjut usia (lansia) di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan sudah mengantre sejak Rabu (24/2) pagi.

Veronica, warga Cilandak, Jakarta Selatan mengaku telah datang ke rumah sakit sekitar pukul 04.30 WIB pagi. Bahkan saat ia datang di pagi buta tersebut, mereka yang ingin mendaftarkan lansia untuk mendapatkan jatah vaksin Covid-19 sudah ramai.

"Setengah lima udah rame, katanya nomornya udah habis, ini kita ngantre [buat dapat nomor]," kata Veronica saat ditemui CNNIndonesia.com di depan pintu masuk rumah sakit, Rabu (24/2) pagi.


Veronica melakukan pendaftaran program vaksinasi lansia untuk ibu dan bibinya yang telah berusia 70 tahun secara on the spot.

Sebelumnya, Veronica telah mendaftarkan orang tuanya melalui laman dki.kemkes.go.id pada hari Jum'at (19/2). Namun, ketika ia mencoba mengecek di pedulilindungi.id nama orang tuanya belum terdaftar.

"Kita cek di Peduli Lindungi tidak terdaftar," kata Veronica.

Veronica kemudian menghubungi nomor layanan 199. Dari komunikasi dengan petugas di layanan 199 itu, ia diarahkan untuk mendatangi rumah sakit terdekat yang melayani vaksinasi lansia.

Hingga sekitar pukul 08.00 WIB Veronica mengaku belum mendapatkan kepastian orang tuanya akan divaksin pada hari apa. Namun, ia sendiri telah mendapatkan nomor antrean.

"Belum tahu, kalau keputusan harusnya dapat hari Jum'at orang tua saya," kata Veronica.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pada pukul 07.45 WIB beberapa warga yang hendak mendaftar vaksinasi lansia tampak berdebat dengan petugas keamanan.

Salah seorang lansia mengeluh karena tidak mendapatkan nomor antrean. Ia meminta kejelasan harus datang pada hari dan pukul berapa sehingga mendapatkan nomor antrean.

Menjawab keluhan-keluhan tersebut, salah seorang petugas dari RSUD Pasar Minggu mengatakan pihak rumah sakit hanya mendapatkan 150 dosis vaksin per hari dari Suku Dinas Kesehatan setempat.

"Di sini kami minta sama sudin untuk 300 pasien tapi kebijakan cuma 150, makanya kita jadi nyetop (antrean)," jelas petugas tersebut kepada warga.

CNNIndonesia.com pun berbincang dengan salah satu petugas keamanan di rumah sakit tersebut, Hartono. Ia mengonfirmasi bahwa warga yang hendak mendaftar vaksinasi lansia sudah datang dan mengantri sejak dini hari.

Pihak rumah sakit hanya menyediakan 120 nomor antrian layanan on the spot dan telah habis pada pukul 06.00 WIB.

Sementara, 30 nomor antrean lainnya diberikan untuk peserta yang tidak terlayani pada hari sebelumnya karena kuota habis.

"Jadi yang on the spot 120 orang doang, udah habis, besok 30 orangnya lagi, besok 30 orangnya lagi," jelas Hartono.

Berbeda dengan RSUD Pasar Minggu, antrean calon peserta vaksinasi lansia di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur terlihat lebih lengang saat didatangi CNNIndonesia.com.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Budhi Asih dokter Lysbeth R Pandjaitan mengatakan pendaftaran program vaksinasi lansia di tempatnya mulai dibuka pada 07.30 WIB.

Menurutnya, warga yang hendak mendaftar tidak sampai menumpuk. Para lansia yang datang diarahkan ke aula rumah sakit di lantai 7. Mereka kamudian duduk di kursi yang telah disediakan dan diatur jaraknya.

"Sudah 100 [antrean] jam sembilan pagi," kata Lisbeth.

Pihak rumah sakit, kata Lisbeth, belum membatasi jumlah peserta vaksinasi lansia karena jumlah vaksin cukup tersedia. Ia mengatakan RSUD Budhi Asih mendapatkan jatah 120 dosis vaksin per hari.

"Vaksinnya cukup tersedia. Mungkin kalo nanti vaksinnya terbatas. Sampai saat ini vaksin sama pengunjungnya masih bisa kita layani," kata Lisbeth.

Jika peserta vaksin membludak, Lisbeth mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Suku Dinas setempat dan Puskesmas untuk memastikan dosis vaksin yang diterima RSUD Budhi Asih.

"Baru kita mengumumkan kuota kita berapa," jelas Lisbeth.

RSUD Budhi Asih, kata Lisbeth, tidak melayani pendaftaran untuk penyuntikan vaksin padabhari berikutnya. Sebab, pihak rumah sakit mengeluarkan vaksin per hari berdasarkan data peserta yang mendaftarkan diri.

"Kita ngeluarin vaksin per hari. Siapa yang daftar di hari itu vaksin boleh dikeluarkan," jelas Lisbeth.

Salah seorang peserta vaksinasi lansia, Supriyadi (65), menerima suntikan dosis vaksin pertama di RSUD Budhi Asih, Rabu (24/2). CNN Indonesia/Salah seorang peserta vaksinasi lansia, Supriyadi (65), menerima suntikan dosis vaksin pertama di RSUD Budhi Asih, Rabu (24/2/2021). (CNN Indonesia/ Syakirun Niam)

RSUD Budhi Asih mulai membuka layanan vaksinasi lansia pada Senin (22/2). Menurut Lisbeth, peserta vaksinasi lansia pada hari itu berjumlah 17 orang dan 62 orang pada hari berikutnya.

Salah satu peserta vaksinasi lansia di RSUD Budhi Asih, Supriyadi, mengaku datang ke rumah sakit bersama istrinya pada pukul 07.00 WIB.

"Jam tujuh antrean sudah 20 karena setengah tujuh sudah ada yang datang" kata Supri.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pada pukul 09.30 WIB kursi yang disediakan di aula rumah sakit telah penuh. Beberapa lansia juga tampak masih berdatangan.

Para lansia yang belum melakukan pendaftaran secara daring akan dibantu petugas rumah sakit untuk mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin di laman resmi Kemenkes.

Setelah terdaftar, mereka akan menunggu giliran penyuntikan vaksin di kursi-kursi yang tekah disediakan rumah sakit.

Pada pukul 09.43 WIB, seorang petugas keamanan mengatakan kepada beberapa lansia yang baru datang bahwa nomor antrean telah habis. Ia menyarankan kepada para lansia itu untuk datang pada hari berikutnya

(iam/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK