MUI Segera Audit Kehalalan Vaksin Sinopharm dan Pfizer

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 12:36 WIB
MUI akan meninjau langsung cara pembuatan vaksin Sinopharm dan Pfizer Inc and BioNtec sebagai syarat penyusunan fatwa halal oleh Komisi Fatwa MUI. MUI segera lakukan audit kehalalan vaksin corona buatan Pfizer dan Sinopharm (AP/Darko Vojinovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan pihaknya akan mengajukan proses audit vaksin virus corona (Covid-19) Sinopharm dan Pfizer Inc and BioNtec sebagai syarat penyusunan fatwa halal oleh Komisi Fatwa MUI.

"Ini memang segera akan kita ajukan proses audit vaksinnya," kata Amirsyah di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (24/2).

Amirsyah mengatakan ada dua standar operasional prosedur (SOP) yang disusun MUI untuk menyusun kehalalan vaksin Corona.


Pertama, pihak MUI akan melakukan audit langsung ke hulu atau perusahaan yang memproduksi vaksin tersebut. Audit diperlukan untuk melihat cara pembuatan, komposisi bahan baku dan hal lain yang berkaitan dengan kehalalan.

SOP kedua, hasil audit itu nantinya akan diserahkan kepada Komisi Fatwa MUI. Nantinya Komisi Fatwa akan menggelar rapat untuk menentukan halal tidaknya produk vaksin yang bersangkutan untuk digunakan masyarakat.

"Ini sudah siap untuk menyelesaikan [kehalalan] vaksin apapun," kata dia.

Lebih lanjut, Amirsyah memastikan bahwa MUI sudah siap untuk mengkaji dan melakukan proses sertifikasi halal bagi vaksin-vaksin Corona yang akan masuk ke Indonesia.

Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa terbebas dari pandemi virus Corona yang hampir setahun menimpa tanah air.

"Banyak cara sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk memutus mata rantai ini. Jadi berhenti saling hujat menghujat, bully mem-bully. Enggak ada untungnya," kata dia.

Sejauh ini, pemerintah telah menetapkan tujuh merek vaksin yang akan digunakan di Indonesia, yakni vaksin produksi Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

(rzr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK