Viral Pesta Nikah Berdesakan di Samarinda, Polisi Cek TKP

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 08:35 WIB
Tim Reskrim Polresta Samarinda, Kalimantan Timur meminta keterangan panitia dan mengecek TKP resepsi pernikahan di Samarinda yang sempat viral di medsos. Ilustrasi. Tim Reskrim Polresta Samarinda, Kalimantan Timur meminta keterangan panitia dan mengecek TKP untuk keperluan penyelidikan resepsi yang sempat viral di medsos. (Foto: morgueFile/earl53)
Jakarta, CNN Indonesia --

Resepsi pernikahan yang digelar di Gedung Graha Mulya, Jalan Bung Tomo, Samarinda Sebrang, Kota Samarinda dan viral melalui media sosial berbuntut proses hukum.

Polresta Samarinda menempuh penyelidikan kasus resepsi pernikahan yang diduga melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut. Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah mengatakan telah memanggil penyelenggara resepsi dan berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Kota Samarinda.

Dikutip dari Antara, tim Reskrim Polresta Samarinda telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi sejumlah panitia mulai dari koordinator gedung, pengelola gedung hingga tim dekorasi acara.


Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan acara resepsi pernikahan di Samarinda, Kalimantan Timur viral di media sosial. Video berdurasi 20 detik itu merekam banyaknya tamu dalam acara tersebut, bahkan beberapa terlihat saling berdesakan, dan banyak di antaranya yang tidak menggunakan masker.

Video diunggah akun gosip ternama @lambe_turah dengan caption singkat, "Duhhh...Pestanya meriah ya bund..".

[Gambas:Instagram]


Samarinda diketahui tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sesuai surat yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda.

Sedangkan acara resepsi pernikahan itu diduga berlangsung di salah satu gedung serbaguna yang berlokasi di Samarinda Seberang pada Minggu, 21 Februari 2021.

Satgas Covid-19 Kota Samarinda, Wahidudin mengaku tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi untuk acara yang dimaksud.

"Sudah ada surat edaran wali kota tentang kegiatan keramaian. Jadi mulai Januari 2021, satgas tidak mengeluarkan lagi rekomendasi untuk acara-acara yang begitu. Jadi kalau mereka mengadakan berarti tanpa sepengetahuan kami," ujar Wahidudin yang juga Kepala BPBD Samarinda.

INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONAInfografis Agar Tak Tertular Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Merespons insiden itu, Wahidudin pun memastikan bakal berkoordinasi dengan Satpol PP setempat terkait langkah yang akan diambil kemudian.

"Nanti kami akan koordinasi dulu tentang acara-acara seperti itu yang masih marak," kata dia.

(Antara/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK