Ma'ruf Targetkan Aturan Vaksin Covid Mandiri Siap Pekan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 13:33 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan aturan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, Rabu (17/2). (Foto: Setwapres RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan aturan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Ia menargetkan aturan vaksinasi mandiri tersebut nantinya bisa rampung pada pekan depan.

"Jadi memang pikiran ini [vaksinasi mandiri] sudah ditampung dan jadi perhatian pemerintah dan sedang digodok. Mudah-mudahan minggu depan bisa keluar,"kata Ma'ruf dalam sebuah rekaman wawancara yang diterbitkan Setwapres, Kamis (25/2).

Ma'ruf mengatakan vaksinasi mandiri diharapkan dapat mempercepat pencapaian target vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.


Pemerintah telah menentukan target sekitar 182 juta warga Indonesia untuk menjalani vaksinasi. Hal itu bertujuan agar target kekebalan kelompok (herd immunity) sebesar 70 persen dari total populasi penduduk Indonesia dapat tercapai.

Menurutnya, aturan vaksinasi mandiri itu dibuat sebagai pedoman agar proses vaksinasi gratis yang kini gencar dilakukan pemerintah tidak terganggu program vaksinasi mandiri tersebut.

"Dan memang kita sedang ingin coba mencari alternatif-alternatif untuk mempercepat tercapainya target itu," kata Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf turut membeberkan upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Langkah itu di antaranya dengan menyederhanakan prosedur teknis seperti registrasi, distribusi, dan data penerima vaksin.

Jumlah vaksin, kata dia, juga akan terus ditambahkan. Pemerintah tidak sekadar mengandalkan vaksin impor, namun mempercepat produksi vaksin yang dibuat di dalam negeri.

Selain itu, Ma'ruf menyatakan pemerintah akan terus menambah jumlah vaksinator dan tempat vaksinasi.

"Bahkan di Jawa Barat itu bukan hanya Puskesmas, tapi juga semacam pos-pos, gedung-gedung yang punya pemerintah itu digunakan untuk melakukan vaksinasi," kata dia.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK