Paspampres soal Moge Ditendang: di Aturan Seharusnya Ditembak

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 18:43 WIB
Paspampres menyatakan pemotor yang menerobos kawasan VVIP seharusnya ditembak karena dianggap sudah mengancam keamanan. Ditendang, hanyalah hukuman ringan. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf. Wisnu Herlambang membenarkan kejadian pengendara moge ditendang Paspampres. Wisnu berkata langkah itu dilakukan sebagai bentuk pengamanan instalasi VVIP.

Wisnu menyampaikan tindakan itu sudah sesuai aturan. Sebab para pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan.

"Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam," kata Wisnu kepada wartawan, Jumat (26/2).


[Gambas:Instagram]


Dia menjelaskan kejadian moge ditendang Paspampres berlangsung di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Menurutnya, jalan itu telah ditutup kepolisian pada Minggu (21/2) pagi.

Namun, rombongan moge itu menerobos pembatas jalan. Paspamres awalnya memberi kewenangan peringatan, tapi para pengendara tetap menerobos masuk ke Ring 1.

"Kita kan tidak tahu dia mau menerobos mau apa, mau sabotase, mau apa. Jadi kita bentuk kewaspadaan karena kita tidak bisa menduga orang menerobos Ring 1 itu mau ngapain. Jadi, kita harus lumpuhkan," tuturnya.

"Ada buku petunjuk teknisnya kita untuk melaksanakan prosedurnya," ucap Wisnu.

Sebelumnya, media sosial dipertontonkan video pengendara moge ditendang Paspampres. Video itu tampak terjadi di Jalan Veteran dekat Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam video, para pengendara dicegah aparat. Salah seorang pengendara moge bahkan terjatuh saat diterjang seorang aparat.

Usai bersitegang dengan aparat, para pengendara moge meninggalkan lokasi. Salah seorang pengendara mengancam akan membuat viral kejadian itu.

(dhf/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK