Jasad Perempuan dalam Kantong Plastik di Bogor Tewas Dicekik

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 20:00 WIB
Jasad perempuan dalam kantong plastik di Bogor diduga tewas dicekik berdasarkan hasil visum. Polisi masih berupaya mengejar pelaku. Ilustrasi. Jasad perempuan dalam kantong plastik di Bogor diduga tewas karena dicekik. (Foto: admin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jasad seorang perempuan berinisial DP yang ditemukan dalam kantong plastik di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor meninggal dunia karena cekikan.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kompol Dhoni Erwanto mengatakan hal itu diketahui dari hasil visum terhadap jasad korban.

"Korban meninggal dunia karena kekerasan, seperti cekikan yang menyebabkan terganggunya jalannya napasnya, ini hasil visum," kata Dhoni saat dihubungi, Jumat (26/2).


Dhoni menuturkan sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan berupaya mengejar pelaku.

Pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi dalam pengusutan perkara ini. Rinciannya, lima orang kerabat korban dan dua warga di sekitar lokasi penemuan.

"Kami terus mendalami seputarTKP dan petunjuk-petunjuk di seputar TKP, masih dalam penyelidikan," ucap Dhoni.

Sebelumnya, jasad seorang perempuan berinisial DP ditemukan di sebuah kantong plastik di toko bangunan PB Hamdah, Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (25/2) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Betul (jasad dalam plastik). Diduga korban pembunuhan karena meninggal tidak wajar dalam kondisi terikat," kata Kapolres Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (25/2).

Paur Humas Polres Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar menjelaskan jasad itu pertama kali ditemukan oleh pegawai di toko bangunan tersebut.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat. Selanjutnya, informasi itu dilaporkan ke kepolisian dan dilakukan pengecekan.

"Setelah dibuka bungkusan plastik baru diketahui bahwa ada sesosok mayat berjenis kelamin perempuan kondisi korban kedua kaki terikat dan posisi badan tertekuk," tutur Rachmat.

(dis/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK