Potensi Media Darling, Gibran-Bobby Diminta Tak Cuma Blusukan

CNN Indonesia | Sabtu, 27/02/2021 14:33 WIB
Dua kepala daerah anggota keluarga Presiden, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, disarankan memakai media untuk menunjukkan prestasi, bukan blusukan standar. Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wlai Kota Gibran Rakabuming Raka dinilai bisa menjadi media darling. (Foto: ANTARA FOTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno memprediksi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Medan Bobby Nasution jadi sosok yang dikejar-kejar media atau media darling.

Meski demikian, ia menilai keduanya mesti menampilkan prestasi kepada publik, bukan sekedar kegiatan umum yang sudah biasa dilakukan kepala daerah atau negara seperti blusukan.

"Potensi jadi media darling ada karena masih melekat pada Bobby dan Gibran sebagai anak dan mantu presiden. Irisan itu sudah menjadi nilai plus tersendiri kepada dua kepala daerah baru," kata Adi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/2).


Adi berpendapat kesempatan ini bisa saja mengatrol popularitas Gibran dan Bobby. Namun, dua kepala daerah itu harus pintar-pintar memanfaatkan kesempatan.

Pasalnya, sudah banyak kepala daerah yang menjadi media darling. Jika Gibran dan Bobby masih mengandalkan cara klasik, Adi memperkirakan keduanya melewatkan kesempatan emas.

"Kalau yang diliput blusukan, vaksinasi, yang umum-umum yang sudah bisa dilakukan, saya kira tidak ada satu hal yang baru," ujarnya.

Ia menyarankan agar Gibran dan Bobby bekerja keras membenahi daerah masing-masing. Sehingga, mereka muncul ke publik sebagai kepala daerah prestasi.

Menurutnya, langkah itu penting dilakukan. Sebab mereka tak bisa selamanya mengandalkan popularitas Jokowi di dunia politik.

"Legacy, peninggalan, warisan, kinerja jadi penting. Pasca 2024, orang sudah tidak ingat lagi bahwa Gibran sama Bobby anak dan mantu presiden. Mereka akan membawa diri mereka masing-masing," tuturnya.

Peninjauan

Terpisah, Gibran Rakabuming Raka bersama Wakilnya, Teguh Prakosa, pada hari pertama menjabat sebagai Wali Kota Solo secara penuh, pada Jumat (26/2), melakukan peninjauan tiga lokasi. Yakni, Pasar Legi, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, dan elevated rail di Simpang Joglo.

Di Pasar Legi, yang direnovasi setelah terbakar Oktober 2018, Gibran berpesan kepada PP Urban selaku pelaksana proyek agar semua pedagang pasar terakomodasi di gedung baru.

"Pokoknya semuanya harus masuk sesuai zonanya, di sini tercatat ada 300 kios dan 1932 los," katanya.

Di lokasi pembangunan elevated rail, Gibran mengatakan ini merupakan proyek prioritas Pemkot Solo. Ia berencana menggelar rapat pekan depan untuk membahas pembangunan rel layang tersebut.

"Ini prioritas. Soalnya macetnya enggak karuan," katanya.

Ia juga menilai pembangunan Elevated Rail merupakan solusi yang tepat dibanding pembangunan flyover ata jalan layang yang mengharuskan pembebasan lahan.

"Harusnya tidak ada [penggusuran]. Tapi ini belum pasti ya. Baru kita kaji," katanya.

Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya.Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Gibran meminta pembangunannya harus selesai tepat waktu.

"Berarti ini saya kunci di April 2022 harus sudah jadi full 5 Megawatt ya," ucapnya.

Terpisah, Bobby Afif Nasution menyoroti potensi kuliner di kotanya demi peningkatan perekonomian masyarakat.

"Hari ini untuk masalah perekonomian, kita mulai dari teman teman yang bergerak di bidang kuliner. Medan sudah ter-branding dengan kuliner enak. Jadi di Medan ini yang ada makanan enak dan enak sekali. Hampir seluruh orang Indonesia tahu makanan enak itu ada di Medan," klaim dia, di kantornya, Jumat (26/2).

Bahkan Bobby menyebutkan Kota Medan sudah layak disebut sebagai "The Kitchen of Asia", lantaran popularitasnya sebagai gudang makanan enak yang berasal dari berbagai etnis di Asia. Seperti etnis Melayu, Tionghoa, Mandailing, Minang, dan Tamil. 

"Semua masakan yang ada di Medan berasal dari berbagai etnis. Jadi saya katakan Medan sudah layak disebut The Kitchen of Asia. Semua masakan yang ada di Asia ada di sini," kata mantu Presiden Jokowi itu.

"Bagaimana kuliner kota Medan bisa dikemas lebih baik. Chef juga sudah bisa menjadi artis. Jadi mengatur langkah bagaimana pengemasan bisa membuat produk bisa dikenal," terangnya.

Ke depannya, Pemko Medan bersama masyarakat dan pelaku UMKM akan membranding kuliner Kota Medan dengan lebih baik lagi.

"Sehingga masakan kuliner di Medan ini bisa diibranding. Ada semua masakan di Medan dari berbagai etnis," papar Bobby didampingi Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman.

(dhf/syd/fnr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK