Polisi Bantah Tembak Remaja KKB Papua: Sudah Berusia Dewasa

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 15:19 WIB
Polisi memastikan dua orang KKB yang tewas dalam kontak senjata telah berusia dewasa, bukan remaja seperti yang disampaikan pihak OPM. Ilustrasi penembakan. (Thinkstock/hurricanehank)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Era Adinata membantah tudingan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menyebut pihak TNI-Polri menembak remaja Papua dalam baku tembak.

"Faktanya, dua orang KKB yang tewas dalam kontak senjata dapat dipastikan keduanya telah berusia dewasa. Berdasarkan info lapangan bahwa terdapat dua orang yang tewas dalam kejadian kontak tersebut, yakni Ferry Ellas (35) dan Heri Yakob Newegalem (26), anggota KKB pimpinan Joni Botak," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Timika, Selasa (2/3.

Bantahan Polri merespons keterangan Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengenai aparat yang menembak Yasko Nebekalem (17) dalam kontak tembak di Mile 53 PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika.


Kapolres meyakinkan bahwa jenazah tersebut adalah Ferry dan Her Yakob berdasarkan pencocokan dengan foto dalam daftar pencarian orang (DPO). Tidak hanya wajah, atribut kedua pelaku dalam foto mirip dengan jenazah yang ditemukan di lokasi kontak tembak.

"Cocok baik pakaian yang digunakan, jam, kalung, anting, postur tubuh dan wajah," katanya.

Kapolres menduga Sebby sengaja menebar hoaks soal remaja 17 tahun dari KKB ditembak untuk memunculkan kesan negatif terhadap TNI-Polri. Ucapan Sebby soal adanya anggota KKB berusia 17 tahun, kata dia, membuktikan para remaja didoktrin untuk menjadi seorang kriminal bersenjata.

Ia mempertanyakan jika KKB mengatasnamakan kepentingan masyarakat Papua, mengapa mereka tega mendoktrin generasi muda yang merupakan masa depan Papua, untuk mengikuti jejak kebrutalan mereka.

"Sudah banyak informasi dari masyarakat Papua mengenai intimidasi KKB terhadap anak-anak mereka. Intimidasi dilakukan oleh KKB agar mau tak mau para remaja bergabung dengan mereka," ujar Gusti Era Adinata.

(ain/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK