Oknum Polisi Diduga Beli Narkoba Usai Jual Senpi ke KKB Papua

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 08:18 WIB
Oknum anggota Polresta Ambon yang menjual senjata api Rp4 juta ke KKB pernah terlibat kasus narkoba beberapa waktu sebelumnya. Oknum polisi diduga terlibat penjualan senjata api ke KKB Papua untuk membeli narkoba (CNN Indonesia/Said)
Ambon, CNN Indonesia --

Oknum polisi dari Polresta Ambon, SHP alias S diduga terlibat dalam kasus penjualan senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua demi membeli narkoba. Sejauh ini Polresta Ambon masih mendalami hal itu.

"Iya benar, yang bersangkutan pernah terlibat narkoba beberapa waktu sebelumnya, tetapi masih kami dalami," kata Kapolres Kota Ambon, Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang, pada Konferensi Pers, di Ambon, Selasa (23/2).

"Sekali lagi soal senjata yang dijual untuk beli narkoba masih kita dalami," tambahnya.


Leo menjelaskan bahwa SHP meminjam pistol dari kerabatnya yang juga anggota polisi. Polresta Ambon juga akan mendalami soal keterlibatan SHP.

SHP kemudian menjual pistol itu melalui pelantara seorang warga sipil berinisial SN seharga Rp4 juta.

Setelahnya, SN mengantar pistol revolver itu menggunakan sepeda motor kepada WT alias J warga asal Jalan Merdeka, Teluk Bintuni, Papua Barat

Senjata api rakitan itu dijual kepada WT alias J seharga Rp4 juta, lalu dijual lagi oleh WT alias J ke Kelompok Kriminial Bersenjata (KKB) di Papua dengan harga Rp20 juta.

"Kemudian pistol revolver itu dijual ke warga Jalan Merdeka WT alias J yang lebih dulu tertangkap Polsek Teluk Bintuni pada Rabu (10/2)," ucapnya.

Meski begitu, Leo mengklaim anak buahnya tak memiliki hubungan erat dengan Kelompok Kriminal Bersenjata. Mereka hanya menjual dan baru diketahui bahwa senjata api itu dijual lagi ke kepada kelompok pemberontak OPM di Bumi Cendrawasih.

"Jadi sekali lagi tidak ada hubungan, yang punya jaringan dengan pemberontak OPM di Papua adalah J," ungkapnya.

Sejauh ini, Polres Bintuni Papua Barat sudah menangkap WT alias J warga asal Jalan Merdeka, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada Rabu (10/2).

Saat tertangkap, polisi menemukan satu revolver, satu senjata api laras panjang, 600 butir amunisi berukuran kaliber 3,8 dan satu magasin.

Kepada polisi, pelaku mengaku membeli senjata api dan ratusan amunisi untuk perlengkapan perang kelompok pemberontak OPM di Papua yang dibeli dari oknum anggota polisi di Ambon.

(sai/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK