Dua Teroris Poso Anggota Ali Kalora Tewas Saat Kontak Senjata

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 12:27 WIB
Dua teroris yang masuk DPO kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya, Senin. Sejumlah pengendara mobil melintas di depan baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020). (ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya pada Senin (1/3) kemarin.

Kontak tembak itu terjadi di wilayah pegunungan Andole, Kampung Maros, Poso Pesisir, Kabupaten Poso sekitar pukul 18.20 WITA. Kontak tembak pecah saat Satgas mendapati para teroris ini hendak mengambil bahan makanan dari kurir.

"Iya benar (dua tewas). Yang satu atas nama Alvin, yang satu atas nama Khairul," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranato saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).


Dia mengatakan saat ini dua jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Didik mengatakan Satgas Madago Raya melakukan penyergapan di wilayah pegunungan Andole setelah mereka mendapatkan informasi intelijen soal pergerakan anggota MIT.

"Ada informasi bahwa mereka ini mau mengambil bahan makanan dari kurir. Kemudian dilakukan penyangguhan, hasilnya dari tim Madago Raya ini ada terjadi kontak tembak," kata dia.

Pasalnya, kata dia, kelompok teroris ini bergerak sesuai dengan instruksi kesepakatan yang telah ditentukan. Informasi tersebut yang kemudian dijadikan dasar Satgas untuk melakukan penyergapan.

Didik mengatakan berdasarkan informasi anggota satgas, Ali Kalora pun terlihat dalam kontak tembak itu. Saat ini anggota satgas masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang tersisa.

"Barang bukti ada amunisi laras panjang, kemudian bahan makanan, sayur mayur, kemudian ada jam tangan, ada GPS, macam-macam," kata dia.

"Masih dilakukan pengejaran untuk yang lain," imbuh Didik.

Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora,  pada tahun lalu, membunuh empat warga dan membakar tujuh rumah di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Desakan agar TNI/Polri menangkap para teroris itu pun kuat mencuat. Kepolisian lantas mengevaluasi kinerja Satgas Tinombala yang kini berubah menjadi Satgas Madago Raya selama di Poso.

Kapolri saat itu, Jenderal Idham Azis memerintahkan anggotanya untuk menembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora jika melawan saat ditangkap. Kala itu, Idham menyatakan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK