Andi Arief Heran Nomor Lama Dipakai Sebar Pesan KLB Demokrat

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 14:25 WIB
Pengurus Demokrat Andi Arief mengaku heran nomor lama Telkom milinya yang sudah tidak aktif bisa menyebarkan hoaks ihwal dukungan terhadap Kongres Luar Biasa. Politikus Demokrat Andi Arief menyebut nomor lamanya yang tidak aktif menyebarkan hoaks ihwal dukungan terhadap Kongres Luar Biasa.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus DPP Partai Demokrat Andi Arief mengaku bingung nomor ponsel lamanya yang sudah tidak digunakan bisa aktif kembali dan menyebarkan pesan singkat bahwa dirinya setuju Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. Ia meminta pihak layanan provider Telkom Indonesia dan Mabes Polri mengusut hal tersebut.

Keluhan itu ia sampaikan lewat cuitan di Twitter melalui akun @Andiarief_, Senin (1/3) malam. Dalam cuitannya, Andi mengaku bahwa nomor lamanya sudah lama tidak aktif.

"Kepada @TelkomIndonesia, mohon no 0812 1902 8583 ditutup. Saya heran sudah 18 bulan nomor itu saya tidak gunakan, tiba-tiba muncul mem-broadcast wa yang digunakan para kader yang dipecat partai. Mohon juga penjelasannya, termasuk kepada @DivHumas_Polri agar menangkap pelaku," cuit Andi.


Menurut Andi, sempat beredar isi percakapan dirinya dengan Ibas di aplikasi pesan singkat terkait KLB. Namun, ia memastikan pesan itu tak dikirimkan olehnya secara pribadi, meski nomor yang tertera memang merupakan miliknya.

Lewat rekaman video, Andi juga telah mengklarifikasi bahwa dia tidak meminta Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) untuk menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB).

"Saya menyatakan itu tidak benar, saya merasa tidak pernah mengirim menggunakan nomor itu, dan isinya pun saya nyatakan juga fitnah atau hoaks," kata Andi.

Andi mengaku jika nomor yang tertera merupakan nomornya terdahulu. Namun, nomor tersebut sudah lama tidak ia gunakan. Sebab, saat itu, dirinya mengganti nomor karena takut dikriminalisasi.

"Saya takut ada kriminalisasi, dan karena rumah saya sampai digerebek di Lampung, kemudian kita juga tahu para hacker juga digunakan pada waktu itu untuk membuat seolah-olah ada peristiwa kriminal," paparnya.

Saat ini Demokrat tengah diterpa masalah pengambilalihan kepemimpinan. Sejumlah kader sudah dipecat lantaran terlibat dalam gerakan kudeta terhadap kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Mereka yang dipecat tidak terima dan berencana menggugat ke PTUN.

Para kader itu juga bertekad menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada pertengahan Maret.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK