Buron MIT Poso Sisa 9 Orang, Punya Senpi Laras Panjang

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 16:52 WIB
Polda Sulteng mengungkapkan masih ada 9 teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih masuk dalam daftar pencarian orang hingga saat ini. Ilustrasi senjata api laras panjang. (Istockphoto/blyamur)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkapkan masih ada sembilan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) hingga saat ini.

Hal itu tercatat usai dua buronan lain tewas dalam baku tembak yang terjadi di wilayah pegunungan Andole, Kampung Maros, Poso Pesisir pada Senin (1/3) kemarin.

"Kelompoknya DPO ini kan masih ada 11. Kemudian, tertangkap dua yang kemarin ini. Jadi, masih ada 9 orang," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranato saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).


Dari hasil pendalaman sementara, kata dia, MIT Poso masih memiliki sejumlah persenjataan untuk melakukan aksi teror dan penyerangan.

Didik mengatakan mereka memiliki senjata api laras panjang dan pendek. Kemudian, terdapat juga bahan peledak yang biasa akan digunakan untuk menyerang TNI-Polri.

"Kemudian senjata yang teridentifikasi dari tim kami mulai beberapa bulan lalu kan ada 1 laras panjang, dua laras pendek," ucapnya.

Dalam baku tembak Senin kemarin, dua orang dalam daftar pencarian orang (DPO) MIT Poso yang tewas bernama Alfin dan Khairul alias Irul. Saat kontak tembak terjadi, mereka turut membawa bahan peledak untuk menyerang anggota Satgas Madago Raya yang melakukan penyergapan.

Hanya saja, kata dia, bahan peledak tersebut gagal digunakan untuk menyerang dan malah menewaskan DPO atas nama Irul.

"Jadi yang satu si Alfin ini kan luka tembak karena kontak senjata. Kemudian si Khairul membawa bom rakitan dan ini meledak. Jadi mereka kena ledakannya sendiri," ujar Didik.

Didik belum dapat memastikan jenis bahan peledak yang digunakan oleh para teroris itu. Diduga keras, bahan peledak itu merupakan hasil rakitan.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK