Buron Pembobol Dana Pertamina Rp1,4 T Diciduk di Kemang

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 12:09 WIB
Terpidana Bety buron usai dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta. Bety divonis bersalah merugikan negara hingga Rp1,4 triliun. Ilustrasi penangkapan. (Keith Allison/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kejaksaan RI meringkus terpidana pembobol dana pensiun PT Pertamina, Bety yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,4 triliun. Bety yang merupakan Komisaris Utama Sinergi Millenium Sekuritas itu ditangkap di Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa (2/3) malam.

"Terpidana Bety merupakan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas (eks. PT Millenial Danatama Sekuritas) yang terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembobolan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina," kata Kasipenkum Kejati DKI, Ashari Syam dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3).

Ashari menerangkan Terpidana Bety secara sah dan meyakinkan dinyatakan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tertanggal 9 September 2020, Dalam perkara ini, Beny melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Dia pun kemudian dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila tak kunjung dibayar, Bety wajib mengganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Kemudian, dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang senilai Rp 700 juta.

"Sehingga ia dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun, dan pidana denda sebesar Rp 200 juta. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Selain pidana pokok, terpidana juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp777.331.421," tuturnya.

Usai ditangkap, Bety akan langsung dieksekusi di Lapas Perempuan Klas II A Pondok Bambu Jakarta Timur oleh jaksa pada Kejari Jakarta Pusat.

Diketahui, kasus ini bermula saat Edward Seky Soeryadjaya --tersangka lain-- yang merupakan direktur perusahaan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), Ortus Holding Ltd, berkenalan dengan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina Muhammad Helmi Kamal Lubis pada pertengahan 2014.

Perkenalan itu berlanjut dengan kesepakatan bisnis berupa permintaan agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Akhirnya, Helmi pun melakukan pembelian saham SUGI senilai Rp601 miliar lewat PT Millenium Danatama Sekuritas.

Namun belakangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kerugian negara dalam pembelian saham SUGI tersebut sebesar Rp599 miliar. Atas temuan ini, Jampidsus Kejagung menetapkan Helmi sebagai tersangka.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK