Data Antigen Mulai Dirilis, Internet Jadi Kendala

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 11:35 WIB
Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Covid mengakui masih ada kelemahan baik teknis maupun SDM dalam pelaporan data hasil tes dari daerah kepada pihaknya. Petugas melakukan tes usap antigen kepada seorang warga untuk mendeteksi risiko paparan virus corona (Covid-19). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Kaliaga Ginting mengatakan akses internet di daerah menjadi kendala dalam pelaporan data tes cepat (rapid testantigen secara harian.

Sebagaimana diketahui sejak Februari 2021, pemeriksaan Covid-19 di Indonesia menggunakan tes antigen telah ditetapkan sebagai salah satu alat diagnosa risiko positif terpapar virus corona.

Sementara itu, diakui Alex, akses jaringan internet stabil dan memadai masih menjadi kendala saat input data pemeriksaan ke sistem New All Record (NAR). Ditambah lagi menurut Alex, tak semua tenaga kesehatan (nakes) bisa menggunakan aplikasi satu data tersebut.


"Ada banyak variabel kenapa antigen itu baru terlapor, yang utama karena jaringan internet. Orang bisa pakai antigen [misal] di Gunung Semeru, tapi di sana enggak ada internet, di tes hari ini baru besok terlapor, pas dia mau entry data internet mati, wifi lemot, enggak mungkin dia tunggu-tunggu kan," kata Alex saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/3).

Kemampuan nakes menggunakan teknologi juga menjadi tantangan untuk melaporkan data pemeriksaan antigen secara tepat dan cepat. Terutama ada pembaruan dalam sistem pelaporan data Covid-19 sehingga mesti ada penyesuaian hingga nakes atau petugas laboratorium terbiasa menginput data.

"Belum semua mereka mampu pakai aplikasinya, fasilitas seperti komputer juga diperhitungkan. Makanya jangan lihat Indonesia itu cuma Jakarta, di daerah-daerah itu enggak bisa dituntut cepat karena memang aksesnya [sulit]," ucap Alex.

Meski demikian, ia mengatakan pihaknya akan tetap berusaha memasukkan data rapid test antigen secara harian bersamaan dengan laporan pemeriksaan Covid-19 menggunakan PCR dan TB TCM.

"Kita pasti membuat [laporan] setiap hari, dan kemudian mereka di daerah harus bikin laporan manual dulu, baru mereka kirim secara aplikasi," tuturnya.

Tes Antigen Masuk Laporan Harian

Sebagai informasi, per 3 Maret 2021, Satgas Covid-19 baru mulai memasukkan data pemeriksaan menggunakan tes antigen ke dalam laporan harian perkembangan Covid di Indonesia.

Dalam laporan harian itu, diketahui pemeriksaan antigen sebanyak 1.471 orang sehari dan ditemukan 85 hasil positif. Sementara pemeriksaan PCR 47.254 orang, sebanyak 6.602 orang positif. Kemudian pemeriksaan menggunakan swab TCM sebanyak 328 orang dan 121 orang di antaranya positif.

Dari tiga metode pemeriksaan tersebut, ditemukan sebanyak 6.808 orang positif Covid-19.

Alex mengatakan hasil pemeriksaan antigen ini akan diupayakan untuk dilaporkan secara harian supaya data Covid-19 dapat sesuai dengan keadaan di lapangan.

"Kita upayakan harian supaya datanya up to date," pungkasnya.

(mln/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK