KPK Periksa Eks Penasihat Edhy Gali Kebijakan Ekspor Benur

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 23:44 WIB
Penyidik KPK memeriksa saksi soal adanya dugaan perintah khusus dari Edhy Prabowo untuk menghilangkan nilai persentase budi daya benur sebelum diekspor. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo jadi tersangka dugaan korupsi pemberian izin ekspor benih lobster atau benur. (Foto: Dok. KKP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membedah kebijakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo terkait pembukaan keran ekspor benih lobster (benur) yang diduga memberi keuntungan bagi para eksportir.

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa mantan penasihat Edhy, Effendi Gazali, Kamis (4/3).

"[Saksi] didalami pengetahuannya terkait dengan hasil kajian dan konsep rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan mengenai kebijakan ekspor benih lobster," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (4/3).


Penggalian keterangan seputar kebijakan itu juga diusut melalui pemeriksaan Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budi Daya Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Arik Hari Wibowo.

Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, langsung ditahan usai diperiksa, di Gedung KPK  Merah Putih, Jakarta, Rabu (25/11/2020). Edhy Prabowo ditahan setelah sebelumnya dijemput oleh petugas KPK dari bandara bersama Isterinya yang juga anggota DPR Komisi V Fraksi Gerindra Iis Rosita Dewi, Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Haikal Bawazier dan sejumlah pihak, selepas lawatan ke Amerika. Edhy Prabowo ditangkap diduga terkait suap penetapan calon Eksportir benih Lobster. CNN Indonesia/ Andry NovelinoMantan Menteri KKP Edhy Prabowo, langsung ditahan usai diperiksa, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (25/11/2020). (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Penyidik, kata Ali, secara khusus mendalami perihal dugaan adanya perintah yang diberikan Edhy kepada saksi.

"[Arik] didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya perintah khusus dari Tersangka EP [Edhy Prabowo] untuk menghilangkan nilai persentase budi daya benur sebelum dilakukannya ekspor," terang Ali.

Dalam proses penyidikan hari ini pula, KPK mengendus adanya dugaan aliran uang korupsi benur yang dipakai untuk melunasi satu unit rumah staf khusus Edhy, Andreau Misanta Pribadi, yang berlokasi di Jawa Barat.

Penelusuran akan hal tersebut dilakukan dengan memeriksa pegawai Bank Mandiri, Eko Irwanto.

Terkait perkara ini, KPK sudah menetapkan tujuh tersangka.

Enam orang sebagai penerima suap yakni Edhy Prabowo; stafsus Edhy, Safri dan Andreau Misanta Pribadi; Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi; staf istri Edhy, Ainul Faqih; dan sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin.

Sedangkan satu tersangka pemberi suap adalah Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini tengah diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Infografis Kronologi Ekspor Benih Lobster yang jerat Edhy PrabowoInfografis Kronologi Ekspor Benih Lobster yang jerat Edhy Prabowo.

(ryn/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK