Esemka Telantar Saat Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 10:09 WIB
Nasib mobil nasional Esemka jadi sorotan setelah Jokowi menggaungkan semangat mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing. Presiden Joko Widodo (kanan) mengamati salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nasib mobil nasional Esemka kembali jadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo menggaungkan semangat mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing.

Salah satu orang yang mengangkat nasib Esemka kembali ke permukaan adalah pakar telematika Roy Suryo. Dia mempertanyakan konsistensi ajakan Jokowi dalam membenci produk asing.

"Tadi naik helikopter apa produk asli PTDI (PT Dirgantara Indonesia)? Kenapa tidak naik Esemka yang 'katanya' produk nasional?" cuit Roy Suryo via akun @KRMTRoySuryo2 pada Kamis (4/3).


Esemka pertama kali dikenalkan Jokowi saat ia menjabat Wali Kota Solo. Kala persiapan Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi mengendarai mobil Esemka dari Solo ke Jakarta. Ia menggunakan model SUV warna hitam dari Solo.

Pada 2012, Jokowi menyebut 6.000 unit Esemka sudah dipesan. Namun, kabar Esemka sempat hilang ditelan bumi setelah Jokowi menjabat DKI 1.

Esemka mulai kembali meroket saat Jokowi maju jadi calon presiden di Pilpres 2014. Akan tetapi, produksi massal Esemka tak kunjung berjalan.

Selama periode pertama Jokowi sebagai presiden, Esemka hanya jadi gosip di publik. Beberapa kali mobil yang diduga purwarupa Esemka mengaspal di jalan.

Misalnya pada 2017, sebuah mobil berwarna putih yang disebut-sebut Esemka Digdaya melintas di jalanan Solo. Di tahun yang sama, SUV warna putih yang disebut-sebut Esemka Garuda 1 ikut mengaspal di jalanan.

Esemka kembali lenyap setelah itu. Bahkan, Esemka jadi senjata makan tuan bagi Jokowi di Pilpres 2019. Kubu lawan memanfaatkan Esemka untuk menunjukkan janji-janji Jokowi yang tak pernah terlaksana.

Namun, tak lama usai Pilpres 2019, Jokowi meluncurkan pabrik Esemka di Boyolali. Pabrik itu diklaim mampu memproduksi 18 ribu unit per tahun.

Pada peluncuran, Jokowi memperkenalkan unit mobil pikap Esemka Bima. Tak ada lagi model SUV seperti yang ia pamerkan saat jadi Wali Kota Solo.

Jokowi tak langsung terbebas dari cibiran. Esemka Bima dituding mobil rebadge atau hanya merakit ulang produk impor. Sebab bentukan mobil itu persis pikap China bernama Changan Star Truck.

Waktu berjalan, Esemka belum juga mengaspal. Katanya, mobil pikap dalam negeri itu sudah terjual 300 unit sejak 2019.

Pada tahun ini, kabar Esemka kembali muncul. Influencer otomotif Fitra Eri menyampaikan gagal memesan Esemka. Pabrik beralasan produksi dihentikan karena pandemi.

"Beliau menyampaikan permintaan maaf karena stok Esemka Bima yang ingin saya beli habis. Dan pabrik Esemka saat pandemi ini menghentikan produksi sementara untuk menghindari cluster Covid-19," ujar Fitra lewat akun Instagramnya yang dikutip Selasa (9/2).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggaungkan semangat mencintai produk dalam negeri dan benci produk luar negeri. Ia menilai hal itu bisa meningkatkan penjualan produk dalam negeri.

Jokowi berkata Indonesia punya potensi pasar luar biasa dengan 270 juta penduduk. Potensi itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk luar negeri," tutur Jokowi pada Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021,. Kamis (4/3).

(dhf/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK