Distribusi Vaksin Lambat, Pemerintah Disebut Kurang Persiapan

CNN Indonesia | Minggu, 14/03/2021 01:45 WIB
Ahli kesehatan menuding lambatnya distribusi vaksin akibat pemerintah kurag siap. Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lambatnya distribusi vaksin Covid-19 dituding akibat kesiapan pemerintah belum maksimal.

Hal ini diungkap Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra. Padahal menurut Hermawan kesiapan harus dilaksanakan dengan matang agar lebih efektif.

"Seharusnya kesiapan itu mendahului pelaksanaan, artinya kesediaan vaksinator, infrastruktur, siapa yang divaksin itu mendahului ketersediaan. Jadi begitu ada vaksin itu cepat," ucap Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (13/3).


Hermawan menjelaskan, pemerintah harus mempersiapkan dengan baik terkait sediaan, kesediaan dan ketersediaan.

Sediaan adalah memastikan cepatnya prosespackagingsehingga bahan baku vaksin cepat terdistribusi.

Kemudian kesediaan, yaitu memastikan subjek ataudata baseorang yang akan divaksin sekaligus meningkatkan kepercayaan agar masyarakat mau untuk divaksin itu kesediaan.

Terakhir, ketersediaan yaitu pola distribusi tadi termasuk SDM, Infrastruktur juga lokasi teknis untuk pemberian vaksin. Hermawan pun menekankan soal ketidaksiapan kesediaandata base.

"Sekarang itu kan masih tumpang tindih ya untuk pendaftaran urusan lansia. Itu kan belum tuntas. Jadi model pendaftaran aja masih bingung masyarakat untuk mengaksesnya, bagaimana cara mendaftarkan diri apakah menunggu pemerintah dari NIK atau kah proaktif untuk mendaftarkan atau lain-lain," jelasnya.

Selain pada kesedian, pada tahap ketersediaan yaitu kesiapan infrasutruktur juga Hermawan menilai masih kurang disiapkan.

"Dari kesiapan infrastruktur juga seperticold chainkemudian SDM dan tenaga-tenaga penunjang lain juga itu harus disiapkan lebih awal," ucapnya.

Selama menunggu kesiapan vaksin, pemerintah juga dinilai harus menyiapkan lokasi dan melakukan rekayasa tempat vaksinasi sehingga nantinya tidak terjadi penumpukan.

Namun, yang terpenting menurut Hermawan Pemerintah fokus ditesting, tracing, dan treatment(3T). Sebab, dengan 3T pemerintah bisa memetakan dengan mudah prioritas yang harus mendapatkan vaksin.

"Semakin bagus 3T semakin mudah untuk mendefinisikan kasus prioritas untuk vaksinasi," ucap Hermawan.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizimengklaim pemerintah hanya membutuhkan 15 bulan untuk merampungkan proses vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk Indonesia.

Namun sampai saat ini, data Kementerian Kesehatan per Kamis (11/3) mencatat sebanyak 3.696.059 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona di Indonesia. Jumlah itu baru memenuhi 2,03 persen daritarget yang telah dibuat.

(yul/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK