Jerat Prostitusi Online di Hotel Alona dan Amarah Warga

CNN Indonesia | Sabtu, 20/03/2021 09:32 WIB
Penduduk di sekitar Hotel Alona milik selebritis Cynthiara Alona sudah geram dengan kabar prostitusi online terselubung. Hotel Alona milik selebritis Cynthiara Alona di kawasan Kreo Selatan, Larangan, Tangerang, Banten, yang menjadi lokasi prostitusi online. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lega bukan main. Itu yang dirasakan Nurdin (bukan nama sebenarnya) ketika melihat bangunan bertingkat dengan dinding putih merah yang ia kenal betul terpampang di layar kaca.

Media arus utama ramai melaporkan penggerebekan prostitusi online di Hotel Alona, Kreo Selatan, Larangan, Tangerang, Banten.

Nurdin, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan sekaligus tukang kebun, pernah sekali diminta membantu memperbaiki dinding pada bangunan itu.


Tapi yang melekat pada pikirannya ketika melihat Hotel Alona bukan masa-masa ketika dia bekerja di situ.

Sudah hampir dua tahun Nurdin mengaku menyimpan amarah dan kegelisahan. Dia sudah tahu hotel yang dimiliki selebritis Cynthiara Alona itu dipakai untuk praktek prostitusi online yang melibatkan perempuan dibawah umur.

"Jiwa saya berontak. Dari dulu saya ingin ngumpulin teman-teman. Ayo kita gerebek bareng-bareng atau kita cari kekuatan (untuk menghentikan kegiatan prostitusi itu)," ceritanya dengan menggebu-gebu ketika bertemu CNNIndonesia.com, Jumat (19/3).

Pertama kali Nurdin tahu ada aktivitas prostitusi di hotel itu ketika dia mendengar cerita dari seorang teman yang pernah bekerja di situ, Parto (bukan nama sebenarnya). Parto bekerja sebagai satpam di hotel itu.

Keduanya baru berteman dekat setelah Parto keluar dari hotel itu dan bekerja menjadi tukang bangunan bersama Nurdin. Dari situ lah Parto mulai mencurahkan cerita dan pengalamannya bekerja di Hotel Alona.

"Nggak mau lagi saya kerja di situ," cerita Parto kepada Nurdin.

"Kenapa?," tanya Nurdin.

"Nggak ada masalah sih. Tapi saya nggak mau keluarga saya dapat uang yang nggak baik," jawab Parto.

Parto mengungkap tamu yang datang ke Hotel Alona mayoritas menyewa kamar untuk menikmati jasa prostitusi yang disediakan di sana. Dia cerita pekerja seks yang dikerahkan di sana masih dibawah umur.

"Hah? Umur berapa?," tanya Nurdin terkejut.

"Ada yang saya kenal umur 16 (tahun), 17 (tahun). Ada yang diatas 20 (tahun), tapi jarang. Yang paling muda 14 (tahun)," pungkas Parto.

Parto meyakini cerita yang dia ungkapkan benar. Pasalnya, dia sendiri pernah berupaya menyewa salah satu pekerja seks ketika mengaku tengah khilaf. Namun dia terkejut ketika tahu pekerja seks yang dia sewa tidak pernah melakukan hubungan seks.

Menurut cerita Nurdin, lantas Parto menanyakan kenapa pekerja seks yang ia sewa itu bekerja di Hotel Alona jika tidak pernah berhubungan seks. Pekerja seks itu mengaku awalnya tak tahu akan dipekerjakan sebagai pekerja seks.

"Ya sudah saya nggak jadi. Saya bilang, sudah ini (uang) buat jajan kamu saja," tutur Parto.

Parto bercerita biaya menyewa pekerja seks di sana dibanderol antara Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Semakin muda usia pekerja seks, bayarannya akan lebih mahal.

Karena Parto merupakan pekerja di sana, dia diberi potongan harga sebesar Rp50 ribu. Ketika pelanggan lagi sepi, pekerja bahkan bisa menyewa pekerja seks dengan harga Rp100 ribu.

Jerat Prostitusi Online di Hotel Alona dan Amarah Warga

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK