Syaikhona Kholil Bangkalan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

CNN Indonesia | Senin, 22/03/2021 07:43 WIB
Peran Syaikhona Kholil dianggap membangkitkan kesadaran politik dan jejaring Islam, menjadi embrio gerakan kultural memerangi kolonialisme di Nusantara. Ilustrasi. Makam Pahlawan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tokoh ulama asal Bangkalan, Madura, mendiang Syaikhona Muhammad Kholil diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Ia dinilai menjadi simpul dari pergerakan Islam Nusantara dan penguatan nasionalisme di abad 1800-an.

Syaikhona Kholil dianggap berkontribusi dalam gerakan nasionalisme dengan aktif memberdayakan masyarakat dalam bidang agama, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan politik.

Hal itu kemudian menjadi pemantik utama para santri membangkitkan kesadaran politik dan jejaring Islam, yang kemudian menjadi embrio lahirnya gerakan kultural untuk memerangi kolonialisme di Nusantara.


"Syaikhona Kholil menjadi titik sentral penempaan dan pembibitan para calon pejuang dan pahlawan. Hal ini tidak terbantahkan dalam fakta sejarah," kata Ketua Tim Kajian Akademik dan Biografi Syaikhona Kholil, Dr Muhaimin, di Surabaya, akhir pekan.

Santri-santri binaan Syaikhona Kholil hampir seluruhnya menjadi pejuang. Beberapa di antaranya adalah KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syamsuri. Atas pemikiran Syaikhona Kholil dan restunya, ketiganya kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama. Dua nama pertama juga telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

"Santri-santri alumni didikan Syaikhona Kholil Bangkalan lah yang menerjemahkan pemikiran dan gerakan sang guru," kata dia.

Usulan gelar pahlawan nasional untuk Syaikhona Kholil ini salah satunya juga diutarakan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem). NasDem ingin pemerintah memberikan penghargaan bagi guru para pahlawan tersebut.

Ketua Bidang Agama & Masyarakat Adat DPP Partai NasDem, Hasan Aminuddin mengatakan usulan gelar pahlawan untuk Syaikhona Kholil ini telah dicetuskan oleh NasDem 10 tahun lalu. Sebagaimana keinginan Surya Paloh.

"Pak Surya berpesan, saatnya beliau ini, almarhum ini kita angkat, Mas Hasan. [Syaikhona Kholil] kita perjuangkan, menjadi pahlawan nasional," kata Hasan, kata Mantan Bupati Probolinggo ini.

Melalui perwakilannya di DPR RI dan MPR RI, NasDem pun telah resmi mengusulkan nama Syaikhona Kholil ke Kementerian Sosial untuk segera mendapatkan gelar pahlawan. Hal itu mulai dilakukan sejak 2019 silam.

"Berdasarkan aspirasi yang cukup kuat, dan sejarah membuktikan, bahwa Syaikhona Kholil ini gurunya para pahlawan dan gurunya para wali," ucapnya.

Sejarah, kata dia, telah membuktikan, bahwa tidak sedikit para kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah, adalah santri Syaikhona Kholil.

Keluarga Syaikhona Kholil, kata dia, memang tak mengharap gelar tersebut. Namun bagi pihaknya negara harus tetap menganugerahkan predikat pahlawan nasional, sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh yang telah berjasa bagi bangsa ini.

"Keluarga Bani dan Duriyah Syaikhona Kholil sebenarnya tidak butuh gelar pahlawan, semestinya negara berkewajiban memberikan gelar pahlawan kepada warga bangsa yang banyak tanamannya terhadap sejarah kemerdekaan di negeri ini," ucapnya.

Selain itu, ajaran Syaikhona Kholil, juga telah memberikan kontribusi Indonesia sampai hari ini. Ajarannya adalah, 'Hubbul Wathan Minal Iman', cinta tanah air bagian dari pada Iman.

Sampai saat ini tercatat barubada 9 Tokoh NU yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. Antara lain KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Zainul Arifin, KH Zainal Musthafa, KH Idham Chalid, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH As'ad Syamsul Arifin, KH Syam'un dan KH Masykur.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK