Ketua MUI Jatim: Vaksin AstraZeneca Halal dan Baik

CNN Indonesia
Senin, 22 Mar 2021 12:48 WIB
Ketua MUI Jawa Timur berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang menyalurkan vaksin AstraZeneca kepada santri di pesantren-pesantren Jawa Timur. Vaksin Astrazeneca. (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca hukumnya halal, bisa digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Mutawakkil menyampaikan kehalalan vaksin AstraZaneca berdasarkan pendapat para ulama. Dia menyebut fatwa kehalalan AstraZaneca akan terbit hari ini.

"Tadi pagi, Bapak Presiden telah bertemu dengan kiai-kiai sepuh dan Bapak Presiden langsung mendengarkan apa pendapat dan respons dari para romo kiai, para pengasuh ponpes bahwa vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan thayyiban (halal dan baik)," kata Mutawakkil di Sidoarjo seperti disiarkan langsung oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/3).


Mutawakkil berpendapat AstraZaneca harus dimanfaatkan dalam vaksinasi massal. Ia menyampaikan vaksinasi penting untuk menjaga keselamatan dan jiwa rakyat.

Dia mengapresiasi niatan Jokowi untuk memulai vaksinasi AstraZaneca di pondok pesantren di Jatim. Ia berharap langkah ini bisa diikuti oleh elemen masyarakat lainnya.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden apabila para santri, ustaz ustazah, hafiz, hafizah akan segera diberi vaksin AstraZeneca ini. Kami bersyukur, mudah-mudahan ini nanti dapat ditiru oleh komponen masyarakat lain," ujarnya.

Sementara itu Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memutuskan bahwa hukum vaksin AstraZeneca halal dan suci meski ada unsur babi dalam vaksin tersebut.

Keputusan ini senada seperti yang disampaikan otoritas pemberi fatwa negara Mesir tentang kehalalan vaksin tersebut.

Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki Mustamar menjelaskan informasi tersebut perlu diketahui masyarakat luas agar tidak ada rasa kekhawatiran saat hendak mengikuti vaksinasi.

"Tapi masyarakat, umat, juga berhak mendapatkan informasi dan diinformasikan antara lain, bahwa otoritas pemberi fatwa Mesir, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara Timur Tengah, itu menyatakan (vaksin) halal. Itu yang disampaikan NU Jawa Timur ke umat," kata Marzuki yang dikutip dari NU Online.

Marzuki menjelaskan bahwa unsur babi dalam proses pembuatan vaksin tidak lagi dihukumi najis atau haram. Pasalnya, otoritas penerbit fatwa Mesir dan Uni Emirat Arab menyatakan halal karena unsur babi itu sudah beralih wujud atau disebut istihalah.

"Kemudian yang diinformasikan juga adalah, andai ada, katanya ada unsur babi. Katanya pemegang otoritas Mesir itu sudah mengalami istihalah. Istihalah itu artinya beralih wujud. Barang najis itu kalau sudah beralih wujud maka tidak menjadi najis, tidak menjadi haram lagi," kata dia.

Lebih lanjut, Marzuki menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sebuah fatwa meski diambil dari hasil forum musyawarah dengan melibatkan banyak pakar hukum.

NU Jawa Timur, kata dia, tidak pernah mengeluarkan fatwa terkait hukum sebuah vaksin. Sebab, yang punya otoritas mengeluarkan fatwa adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Bukan LBM atau PWNU Jawa Timur berfatwa, tapi menginformasikan. Dan tentu umat layak mengetahui itu," kata dia.

Marzuki berharap masyarakat tak perlu gamang dan khawatir tentang kehalalan vaksin AstraZeneca. Terlebih, sudah banyak negara-negara berpenduduk muslim lain juga sudah menggunakan vaksin tersebut.

"Yang perlu digarisbawahi, karena itu fatwanya pihak yang punya reputasi internasional, dan umat Islam di Indonesia juga mengakui kealiman mereka, maka dari LBMNU Jawa Timur merasa punya kewajiban untuk membahas tuntas, memahami itu, lalu menginformasikan itu kepada masyarakat," kata dia.

Diketahui, MUI telah mengeluarkan fatwa penggunaan vaksin AstraZeneca haram karena menggunakan bahan dari Babi dalam produksinya. Namun, MUI menegaskan AstraZeneca tetap boleh digunakan karena darurat kesehatan.

(Antara/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER