Black Box CVR SJ 182 Ditemukan Semalam Tak Jauh dari FDR

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 13:15 WIB
Perekam suara kokpit (CVR) Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan semalam tak jauh dari lokasi komponen black box lainnya, FDR, yang lebih dulu ditemukan Januari lalu. Perekam suara kokpit (CVR) Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan semalam tak jauh dari lokasi komponen black box lainnya, FDR, yang lebih dulu ditemukan Januari lalu. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengungkapkan perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder/ CVR) bagian dari kotak hitam alias black box pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu 9 Januari lalu ditemukan pada Selasa (30/3) pukul 20.00 WIB.

CVR ditemukan di dekat Pulau Laki, Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Temuan itu dilaporkan tak jauh dari lokasi penemuan komponen black box lainnya yakni FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan yang telah ditemukan pada 12 Januari lalu.

"Alhamdulillah semalam jam 20.00 WIB ditemukan di tempat yang tidak jauh di tempat ditemukannya FDR. Secara teknis, penemuan ini sudah dilaporkan ke kami, dan kami sudah lapor ke Presiden," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Kementerian Perhubungan RI, Rabu (31/3).


Budi menjelaskan, temuan CVR ini akan ditindaklanjuti oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Memori yang ada dalam CVR akan dijadikan bahan investigasi penyebab kecelakaan nahas itu. Selain itu, Budi menyebut dengan temuan CVR, maka proses investigasi dan kajian pada FDR akan semakin lengkap.

Sebab, CVR berisi rekaman percakapan antara pilot dan kopilot selama berada di kokpit. Sejauh ini, tim baru menemukan serpihan baterai dan sampul (casing) CVR pada 15 Januari.

"Data itu tentu berharga, dan KNKT sudah menemukan banyak hal dari FDR. Tetapi FDR akan paripurna apabila dilakukan satu penggabungan apa yang terjadi di kokpit, yakni pembicaraan pilot dan kopilot. Dan itu akan melengkapi apa yang ada data dari FDR itu," jelasnya.

CVR merupakan salah satu bagian penting dari black box untuk kelanjutan investigasi kecelakaan pesawat. Kotak itu disebut paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ 182 berada di bawah komando KNKT. Setelah pada 21 Januari lalu, Tim dari Basarnas menghentikan pencarian usai melalui dua kali masa perpanjangan masing-masing dua hari. Pada tahap awal, masa pencarian dilakukan selama 7 hari.

Diketahui, kecelakaan nahas menimpa Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan kepulauan Seribu hanya empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 9 Januari lalu.

Total jumlah penumpang yang berada di pesawat tersebut 62 orang, dengan rincian 56 penumpang dan enam awak pesawat aktif. Sementara 56 penumpang ini terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

Dari jumlah korban itu, diketahui tiga orang belum teridentifikasi usai Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi terhadap korban pada 2 Maret lalu.

(khr/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK