Kendala Pencarian CVR SJ 182, Cuaca hingga Lumpur Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 17:46 WIB
KNKT mengungkap pelbagai kendala dalam proses pencarian CVR Sriwijaya Air SJ 182, mulai dari cuaca yang tak mendukung hingga lumpur akibat banjir. Salah satu bagian blackbox Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil ditemukan tim pencari. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan tetap melanjutkan pencarian cockpit voice recorder (CVR) Pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182. Ini lantaran tim KNKT menemukan pelbagai kendala selama proses pelacakan.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Kapten Nurcahyo Utomo mengungkapkan, salah satu problem yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi cuaca buruk di kawasan Jakarta.

"Tantangan untuk menemukan CVR lebih karena kondisi cuaca, yang kita tahu, dalam beberapa hari terakhir curah hujan di pulau Jawa, khususnya Jakarta cukup tinggi," kata Nurcahyo dalam jumpa pers yang digelar virtual, Rabu (10/2).


CVR adalah bagian lain dari blackbox pesawat yang merekam percakapan pilot di ruang kokpit. Kotak itu disebut paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Dari dua kotak hitam, KNKT baru menemukan kotak hitam yang menyimpan data penerbangan yakni Flight Data Recorder (FDR). Tim menemukan FDR pada 12 Januari lalu atau tiga hari pasca jatuh.

Menurut Nurcahyo, kondisi cuaca yang tak bersahabat mengakibatkan gelombang tinggi dan mempengaruhi jarak pandang penyelam di dasar laut. Situasi ini tidak memungkinkan para penyelam untuk menyusur ke bagian laut lebih dalam.

Kemudian, menurut Nurcahyo, banjir yang terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa juga membuat lumpur-lumpur hasil banjir terbawa ke titik lokasi pencarian CVR. Ini membuat jarak pandang penyelam pun kian terbatas.

"Kemarin, jarak pandang di lokasi pencarian juga sangat buruk, itulah mengapa kami tidak bisa melanjutkan pencarian," ungkap dia lagi.

Meski begitu, Nurcahyo menuturkan, timnya menggunakan peniup lumpur untuk membuat kondisi air laut lebih jernih. Kata dia, pagi tadi penyelam juga sudah kembali mencari CVR.

"Baru pagi ini penyelam bisa lihat lagi lokasi hasil setelah ditiup dan kondisinya baik. Jadi memang sudah terlihat area di bagian yang sudah kita tengarai," ungkap Nurcahyo.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kita bisa temukan CVR ini," imbuh dia.

Pesawat Sriwijaya SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu berjarak empat menit setelah terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 9 Januari lalu.

Pesawat itu membawa total 62 penumpang dengan rincian, enam awak pesawat aktif. Kemudian 56 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

Infografis Fakta-fakta Sriwijaya Air JatuhInfografis Fakta-fakta Sriwijaya Air Jatuh. (CNN Indonesia/Fajrian)

(dmi/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK