KNKT soal Temuan CVR: Kami Buka Transparan Apa yang Terjadi

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 05:38 WIB
Usai menemukan CVR bagian lain black box Sriwijaya Air SJ 182, KNKT menjamin akan membuka informasi setransparan mungkin tentang apa yang terjadi saat itu. Black box CVR Sriwijaya SJ 182 ditemukan pada Selasa (30/3) di dekat lokasi penemuan FDR di perairan Kepulauan Seribu. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjamin lembaganya akan transparan menyampaikan pelbagai informasi atas kajian data dari temuan perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder) pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari lalu.

CVR yang merupakan salah satu bagian dari kotak hitam alias black box pesawat Sriwijaya SJ 182 itu ditemukan pada Selasa (30/3) pukul 20.00 WIB. Sementara komponen black box lain yakni FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan telah ditemukan pada 12 Januari lalu.


"Sesuai mandat yang diberikan, kami akan membuka setransparan mungkin apa yang terjadi. Sehingga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua," kata Soerjanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Kementerian Perhubungan RI, Rabu (31/3).

Soerjanto pun menegaskan, usai pihaknya menerima CVR pada hari ini, selanjutnya kotak itu akan dibawa ke laboratorium milik KNKT untuk diteliti lebih lanjut. Ia menyebut proses pembacaan data dari temuan CVR itu berlangsung dalam tiga hingga sepekan ke depan.

Atas temuan CVR ini, Soerjanto berharap progress investigasi timnya dapat segera rampung. Sebab FDR yang sudah ditemukan terlebih dahulu itu belum cukup untuk menganalisa penyebab kecelakaan nahas tersebut.

"Kami akan lihat dan bikin transkrip untuk di-matching-kan dengan FDR, untuk mengetahui apa yang terjadi. Sehingga bisa analisa data FDR kok begni, tanpa CVR memang dalam kasus Sriwijaya SJ 182 ini akan sulit menentukan penyebabnya," jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pun mengaku telah rampung melaporkan temuan ini kepada Presiden Joko Widodo. Budi lantas meminta KNKT agar mampu bekerja secara optimal dalam membuka data investigasi jatuhnya pesawat ini.

"Harapan kami, KNKT bisa melakukan suatu penelitian yang detail dan bisa men-share informasi tentang apa yang ditemukan dalam CVR ini," pungkas Budi.

CVR yang merupakan bagian dari pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 ini ditemukan pada Selasa (30/3) pukul 20.00 WIB. Kotak itu ditemukan di dekat Pulau Laki, Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono  membuat jumpa pers tentang penemuan Cockpit Voice Recorder atau CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rabu, 31 Maret 2021. CNN Indonesia/Andry NovelinoMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono membuat jumpa pers tentang penemuan Cockpit Voice Recorder atau CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rabu, 31 Maret 2021. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

CVR merupakan salah satu bagian penting dari black box untuk kelanjutan investigasi kecelakaan pesawat. Kotak itu disebut paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Temuan CVR diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi pada Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan kepulauan Seribu pada 9 Januari lalu. Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu mengangkut total 62 orang, dengan rincian 56 penumpang dan enam awak pesawat aktif.

Sementara itu 56 penumpang ini terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita. Tidak ada penumpang selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut.

(khr/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK