OBITUARI

Daniel Dhakidae, Putra NTT Begawan Ilmu Sosial Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 06/04/2021 13:22 WIB
Cendekiawan Daniel Dhakidae meninggal dunia setelah terkena serangan jantung hari ini, Selasa (6/4). Ia meninggal pada usia 76 tahun. Daniel Dhakidae meninggal dunia setelah terkena serangan jantung, Selasa (6/4). Ilustrasi (iStockphoto/RealPeopleGroup)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cendekiawan Daniel Dhakidae meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah terkena serangan jantung hari ini, Selasa (6/4). Jenazah Daniel disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Daniel merupakan putra asli daerah Ngada. Ia lahir di Toto-Wolowae, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), 22 Agustus 1945 silam.

Dirangkum dari situs Majalah Prisma, Daniel meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1975 dan Master of Arts bidang Ilmu Politik dari Cornell University pada 1987.


Empat tahun berselang, atau pada 1991, Daniel meraih gelar PhD di bidang pemerintahan dari Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, dengan disertasi bertajuk "The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry."

Disertasi tersebut mendapat penghargaan the Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University karena dinilai telah memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu.

Ia berkiprah sebagai redaktur majalah Prisma-- majalah pemikiran ekonomi dan sosial pada 1976, lalu menjabat Ketua Dewan Redaksi Prisma pada 1979-1984; dan Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 1982-1984.

Selain itu, ia juga merupakan Kepala Penelitian Pengembangan (Litbang) Kompas sejak 1994 sampai 2006.

Dalam perjalanannya, majalah Prisma sempat berhenti terbit sejak 1998 dan terbit kembali mulai 17 Juni 2009. Daniel, adalah sosok yang menghidupkan kembali majalah itu.

Ia lalu duduk sebagai pemimpin redaksi sejak 2009 merangkap pemimpin umum sejak 2011.

Pada Desember 2000, Daniel bersama 12 tokoh masyarakat lainnya mendirikan Yayasan Tifa, sebuah organisasi yang mempromosikan terwujudnya masyarakat terbuka melalui kerja sama di isu-isu strategis dengan berbagai organisasi masyarakat sipil di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun lokal.

Semasa hidupnya, banyak buku pernah ditulis oleh Daniel, antara lain Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru (2003). Kemudian bersama Vedi Renandi Hadiz, ia menyunting buku bertajuk Social Science and Power in Indonesia (2005).

Ia juga dipercaya menulis kata pengantar untuk buku Imagined Communities, karya yang disebut sebagai magnum opus dari intelektual ternama Benedict Anderson. Kata pengantar itu ditulis Daniel untuk buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia pada 2008 silam.

(yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK