OBITUARI

Jejak Jalaludin Rakhmat: Cendekiawan, Legislator, Tokoh Syiah

CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 20:33 WIB
Baik ketika duduk di parlemen ataupun mendirikan Syiah, cendekiawan Muslim Jalaludin Rakhmat kerap menyampaikan fokusnya membela kaum minoritas. Jalaludin Rakhmat yang akrab disapa Kang Jalal ,memberikan ceramah pada acara memeringati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW
Jakarta, CNN Indonesia --

Cendekiawan Muslim sekaligus tokoh komunikasi, Jalaludin Rakhmat tutup usia pada Senin (15/2). Ia meninggal di umur ke-71 usai menjalani perawatan medis di ICU RS Sentosa Internasional Bandung.

Kang Jalal--sapaan akrab Jalaludin Rahmat--dikenal dengan pelbagai pemikirannya baik di bidang agama maupun komunikasi. Ia menulis puluhan buku dengan beberapa cabang ilmu di antaranya tasawuf, kandungan Al-Quran dan Hadits, fikih, komunikasi hingga, sosial.


Salah satu karyanya yang kesohor berjudul Psikologi Komunikasi. Buah pikirnya bisa ditelusuri melalui buku-bukunya di antaranya Psikologi Agama, Tafsir Kebahagiaan, Islam dan Pluralisme, Rekayasa Sosial dan lain sebagainya.

Pria kelahiran Bandung, 29 Agustus 1949 silam itu tercatat merupakan lulusan SMA Negeri 2 Bandung. Ia lantas melanjutkan pendidikan dan lulus S1 Publisistik di Universitas Padjajaran.

Setelahnya, gelar master komunikasi didapatkannya dari Iowa State University dan doktor ilmu politik dari Australian National University. Kang Jalal kemudian mengabdikan hidup dengan menjadi Dosen di Universitas Padjajaran Jawa Barat pada 1978 hingga 2014.

Selepas itu, Jalaludin terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP). Dia menduduki kursi di Komisi VIII DPR RI.

Pada suatu waktu, Jalaludin pernah mengungkapkan, dirinya terjun ke dunia politik dan memilih bergabung dengan PDIP karena menurutnya hanya partai itu yang membela kelompok minoritas.

Fokusnya terhadap kaum terpinggirkan itu juga bisa dilacak melalui pendirian organisasi Syiah. Selain dikenal sebagai cendekiawan dan mantan anggota parlemen, Jalaludin merupakan salah satu tokoh Syiah.

Kang Jalal dalam beberapa kesempatan memang mengaku dibesarkan dalam keluarga Nahdliyin (NU). Tapi ia kemudian juga sempat terlibat dalam aktivitas yang berorientasi pada Muhammadiyah, sebelum kemudian mendalami tasawuf dan, akhirnya menganut Islam dengan mazhab Syiah.

Ia merupakan tokoh yang ikut membidani lahirnya salah satu organisasi Syiah di Indonesia, yaitu Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) pada awal Juli 2000 di Bandung, Jawa Barat.

Saat mendeklarasikan Ijabi, Kang Jalal mengatakan bahwa Ormas Ijabi berkomitmen untuk ikut serta dalam renaissance Islam dan mencerahkan pemikiran umat, serta pembelaan atas nasib kaum tertindas (mustadh'afin).

Selain itu juga, kata Jalaludin saat itu, sebagai pencerahan pemikiran yakni membangun pemahaman keberagamaan yang inklusif, tidak simbolik melainkan substantif, serta mendukung kebebasan berpikir dan toleransi.

Namun meski merupakan tokoh Syiah, Kang Jalal memiliki ikhtiar untuk mendekatkan Syiah dengan Sunni. Salah-satu puncak upayanya itu adalah dengan turut mendirikan Majelis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia, Muhsin, pada Mei 2011 lalu.

(yoa/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK