Kapolda Metro Perintahkan Aparat Tindak Sahur On The Road

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 09:45 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan polisi bakal menindak sahur on the road (SOTR) yang dilaksanakan selama puasa Ramadan 1442 H. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menginstruksikan jajarannya menindak gelaran sahur on the road (SOTR) yang dilaksanakan selama bulan puasa Ramadan 1442 H. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menginstruksikan jajarannya menindak gelaran sahur on the road (SOTR) yang dilaksanakan selama bulan puasa Ramadan 1442 H.

"Tradisi SOTR itu kita akan larang, kita akan tindak," kata Fadil kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (12/4).

Fadil melarang kegiatan SOTR dengan cara berkerumun. Kerumunan massa dilarang selama pandemi Covid-19.


Selain itu, polisi juga mengantisipasi balapan liar berkedok SOTR di bulan Ramadan. "Itu namanya kebut-kebutan di bulan ramadan, itu kita akan tindak," ujarnya.

Selama Ramadan, kepolisian akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Kegiatan-kegiatan yang tidak penting seperti sahur on the road yang kegiatannya adalah bergerombol, berkerumun melakukan kegiatan kebut-kebutan yang tidak ada nilai ibadah ramadannya itu kita akan larang," tuturnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus sebelumnya mengatakan kepolisian bakal melakukan filterisasi di wilayah-wilayah yang kerap dijadikan sebagai titik langganan SOTR.

Upaya penyisiran lokasi akan dilaksanakan mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB di sepanjang jalan Harmoni hingga Bundaran Senayan.

"Dari Senayan sampai Harmoni mulai malam sampai pagi kita tutup. Kita filterisasi dengan anggota lantas (kepolisian lalu lintas) yang dikedepankan, 120 personel di backup dengan teman-teman TNI," tutur dia, Rabu (7/4).

Terkait kegiatan ini, Yusri menyebut pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif dengan cara membubarkan kerumunan massa tersebut.

"Kalau dibubarkan diperingatkan tidak bisa, baru namanya penindakan hukum protokol kesehatan yang kita lakukan," kata Yusri.

(dis/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK