Soal Ma'ruf Ban Serep Jokowi, Demokrat Minta Ikuti SBY

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 05:28 WIB
Demokrat mengklaim pihaknya rindu presiden dan wakil presiden bekerja sama baik dan banyak memberi manfaat kepada masyarakat. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, menyatakan bahwa kinerja Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memaksimalkan peran wakil presidennya selama dua periode bisa diikuti.

Pernyataan itu disampaikan Hinca merespons pernyataan Staf Khusus Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi yang mengaku tak ambil pusing soal hasil survei yang menyebut tingkat kepuasan atas Ma'ruf rendah karena Ma'ruf hanya seperti ban serep alias orang nomor dua.

"Saya kira kita pernah berpengalaman dua periode 10 tahun Pak SBY memaksimalkan wakilnya, baik zamannya Pak JK [Jusuf Kalla] maupun Pak Boediono, saya kira kita semua bisa mengikuti ya," kata Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (13/4).


Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya rindu presiden dan wakil presiden bekerja sama baik. Hinca berharap agar pendistribusian pekerjaan itu lebih diatur oleh pemerintahan saat ini.

"Apalagi beban hari ini cukup berat ya, saya kira masa yang paling sulit jadi presiden, salah satunya adalah masa Pak Jokowi di perode kedua ketika menghadapi pandemi yang menguras tenaga, energi, dan sumber keuangan negara kita," imbuhnya.

Sebelumnya, Masduki mengaku pihaknya tak ambil pusing soal hasil survei yang menyebut tingkat kepuasan atas orang nomor dua di RI itu tergolong rendah.

Menurutnya wajar jika penilaian publik atas Ma'ruf berada di bawah Jokowi. Bahkan dia menganalogikan kedudukan Ma'ruf yang merupakan orang nomor dua di Indonesia itu seperti ban serep. Oleh karena itu, kata dia, akan aneh jika tingkat kepuasan masyarakat lebih tinggi ke Ma'ruf daripada Jokowi.

"Karena Wapres di bawah presiden ya biasa, namanya ban serep kadang dipake, kadang-kadang tidak dipake namanya ban serep," kata pria yang karib disapa Cak Duki itu saat menggelar bincang santai dengan media secara daring, Senin (12/4).

Lembaga survei IPO merilis berbagai temuan hasil survei yang dilakukan pihaknya. Dalam rilis itu, Jokowi meraih tingkat kepuasan dari masyarakat yang lebih tinggi, yaitu 56 persen, dibandingkan Ma'ruf yang hanya mendapat 36 persen dalam menangani pandemi Covid-19.

(mts/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK