Wagub Koreksi Korban Meninggal Banjir NTT Jadi 178 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 18:19 WIB
Wagub NTT Josef Nae Soi mengoreksi data korban meninggal akibat banjir bandang adalah 178 orang, bukan 179 karena ada data ganda. Banjir bandang NTT. (Foto: Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menyebut total korban meninggal dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem sejumlah kabupaten NTT pekan lalu mencapai 178 orang.

Jumlah tersebut adalah total keseluruhan warga dari setiap kabupaten terdampak yang dilaporkan meninggal dan telah dilakukan identifikasi per hari ini, Selasa (13/4).

"Jumlah korban meninggal adalah 178 orang," kata Josef saat menyampaikan konferensi pers secara daring.


Dia menyebut sempat ada kesalahan laporan total korban meninggal yang semula 179. Namun ternyata, kata dia, ada daerah yang salah mencatat sehingga dilaporkan meninggal dua kali.

"Jadi ada kesalahan data kemarin itu. Ada double yang meninggal. Satu orang malah double. Mohon maaf, kami juga berdasar laporan dari daerah, yang benar hari ini tuh 178 bukan 179," kata dia.

Meski begitu dia tidak merinci total korban meninggal dari tiap-tiap kabupaten. Sementara untuk korban yang dilaporkan masih hilang saat ini total sebanyak 47 orang dan warga yang mengungsi sebanyak 34.828 orang.

"Yang luka-luka total semua 259 orang. Ini digabung seluruhnya ada luka berat yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang dirawat di rumah," katanya.

Lebih lanjut, saat ini Josef mengatakan beberapa infrastruktur yang mengalami kerusakan telah mulai dibenahi. Beberapa jembatan yang semula ambrol dan tidak bisa dilalui kini telah bisa digunakan kembali.

Selain itu, jaringan internet dan listrik juga telah mulai menyala kembali meski belum 100 persen.

"Banyak infrastruktur seperti jembatan, itu ada beberapa jembatan, kami terimakasih ke PUPR yang cekatan, sekarang bisa dilalui lagi oleh mobil. Kemudian dari PLN rata-rata listrik sudah nyala sampai 70 persen," tutur dia.

(tst/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK