Serangan KKB, Polisi Minta Warga Ilaga Tak Tinggalkan Kota

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 19:54 WIB
Dalam beberapa hari terakhir terjadi sejumlah aksi penyerangan oleh KKB di wilayah Puncak, bermula penembakan dua orang guru dan pembakaran sekolah. Ilustrasi senjata untuk menembak. (Istockphoto/blyamur)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Mathius D Fakhiri mengimbau semua warga Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua tidak meninggalkan kota usai insiden penembakan terhadap tukang ojek bernama Udin (41) yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Legakak Telenggen.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Ilaga agar membatasi aktivitas dan tidak keluar dari Kota Ilaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mathius kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah aksi penyerangan oleh KKB di wilayah Puncak. Mereka, diduga menembak dua orang guru dan membakar tiga sekolah pada pekan lalu.


Rentetan aksi penyerangan pun berlanjut. Pada Selasa (13/4), KKB disebut polisi masih mengeluarkan tembakan dan membakar rumah warga, termasuk salah satunya anggota DPRD Puncak berinisial MM.

Terakhir, KKB diduga menembak tukang ojek pada Rabu (14/4) siang tadi. Dalam keterangan polisi, disebutkan bahwa korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Ilaga sekitar pukul 14.19 WIT.

"Pukul 14.35 WIT, korban di Puskesmas Ilaga selanjutnya dilakukan Visum Et Repertum," jelasnya.

Korban, kata dia, sedang dalam perjalanan pulang menuju Kota Ilaga setelah mengantar penumpangnya dari pedalaman.

Hingga saat ini, kata dia, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan sejumlah aksi penyerangan di wilayah Puncak, Papua dalam beberapa waktu terakhir.

(mjo/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK