Jokowi Minta Tak Dahulukan Ekonomi, Larang Lockdown Kota

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 07:18 WIB
Presiden Jokowi meminta kepala daerah memprioritaskan kesehatan daripada ekonomi, meski mewanti-wanti agar tak me-lockdown kota. Presiden Jokowi meminta para kepala daerah tak terlalu mendahulukan urusan ekonomi dalam penanganan Covid-19. (Foto: Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah memprioritaskan kesehatan warga ketimbang kepentingan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

"Covid ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi, kemudian tidak memperhatikan penyebaran Covid. Yang terjadi kenaikan kasus Covid meningkat," kata dia, saat berpidato dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/4).

Jokowi berkata pandemi yang tak terkendali justru akan merugikan ekonomi. Dia khawatir ekonomi sulit bangkit jika pemerintah terlalu mementingkan sisi ekonomi selama pandemi.


Mantan Wali Kota Solo itu berharap kepala daerah bisa memainkan gas dan rem secara baik. Jokowi berpendapat pembukaan sektor perekonomian harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati.

Dia menyarankan pemda menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Menurutnya, kebijakan itu sudah terbukti mengerem laju kasus Covid-19 secara nasional.

"Jangan sampai kita ini me-lockdown kota atau me-lockdown kabupaten. Karena di satu kabupaten mungkin yang kasusnya hanya terjadi di sebuah desa atau dua desa. Ya desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas lagi," ucap Jokowi.

Hingga Rabu (14/4), Indonesia mencatat 1.583.182 kasus positif Covid-19. Sebanyak 42.906 kasus berujung kematian. Sementara itu, 1.431.892 orang telah dinyatakan sembuh.

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK