Menkes Ingin Capaian Vaksinasi Lansia 2 Kali Pelayan Publik

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 11:49 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyayangkan progres penyuntikan vaksin corona pada lansia berjalan lamban ketimbang petugas pelayanan publik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyayangkan progres penyuntikan vaksin corona pada lansia berjalan lamban ketimbang petugas pelayanan publik. (Foto: Biro Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyayangkan progres penyuntikan vaksin virus corona pada warga lanjut usia (lansia) berjalan lamban ketimbang vaksinasi yang menyasar petugas pelayanan publik.

Kedua sasaran vaksinasi ini berjalan secara paralel sejak pertengahan Februari lalu, namun demikian capaian keduanya berbeda. Vaksinasi lansia pemberian dosis pertama bahkan masih kurang 10 persen dari capaian total.

"Prioritas lansia penting. Orang tua (lansia) yang divaksinasi Covid-19 harusnya capaiannya dua kali pelayanan publik. Namun saat ini petugas publik hampir lima kali lansia," kata Budi dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Kamis (15/4).


Kementerian Kesehatan telah berupaya mengakselerasi vaksinasi lansia dengan berbagai upaya. Mulai dari satu anak muda dapat divaksin jika membawa dua lansia untuk ikut juga divaksin, meminta RT/RW mengadakan vaksinasi massal lansia, hingga membuka sentra vaksinasi di kota-kota besar yang dibantu pihak swasta.

Kementerian Kesehatan juga memastikan sebanyak 60 persen ketersediaan vaksin Covid-19 pada April yang berjumlah sekitar 7-11 juta dosis akan dialokasikan khusus untuk program vaksinasi lansia di Indonesia.

Budi pun meminta para petugas pelayanan publik ikut serta membawa orang tuanya yang sudah berusia di atas 60 tahun untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Sebab, lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar virus corona.

"Orang tuanya dulu. Kalau dia bawa orang tuanya suntik, kita suntik juga," kata dia.

Data Kementerian Kesehatan per Rabu (14/4) pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 2.131.067 lansia mendapat suntikan dosis pertama, sementara untuk lansia yang rampung dosis kedua baru 781.975 orang. Padahal target lansia yakni berjumlah 21.553.118 orang.

Sedangkan untuk vaksinasi petugas pelayanan publik yang menyasar 17.327.169 orang, dan secara paralel digelar bersamaan dengan vaksinasi lansia, per Rabu (14/4) mencapai 6.890.942 orang yang menerima suntikan dosis pertama. Untuk dosis kedua 3.472.356 petugas pelayanan publik.

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK